Warga Nagerang dan Cigentis Naik Motor Seberangi Sungai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Nagerang dan Cigentis Naik Motor Seberangi Sungai

Warga Nagerang dan Cigentis Naik Motor Seberangi Sungai

Written By Mang Raka on Senin, 06 Agustus 2018 | 14.15.00

PANGKALAN, RAKA - Akibat tidak punyai jembatan warga Kampung Nagerang Desa Kertasari terpaksa melintasi Sungai Cigentis agar bisa menyeberang. Untungnya saat ini musim kemarau sehingga arus sungai pun tidak deras.

"Terpaksa aja menyeberangi sungai ketimbang memutar hingga puluhan kilometer," ucap Ajang (34) warga Kampung Nangerang Desa Kertasari kepada Radar Karawang, Minggu(5/8). Dikatakannya selain dirinya warga lain yang juga menyeberangi sungai seperti warga Desa Medalsari, Mulangsari dan Desa Wargasetra. Mereka melakukan itu ketimbang mesti memutar ke arah Loji yang jaraknya mencapai puluhan kilometer.

Ajang pun membeberkan jika di musim hujan ketika sungai mengalami pasang, praktis sungai tidak bisa dilintasi. Warga harus memutar ke arah Loji dan wilayah Kabupaten Bogor karena ada jembatan yang menghubungkan. "Kami berharap supaya pemerintah membuatkan jembatan sehingga untuk bisa kembali ke rumah saja kami tidak perlu lagi berputar melintasi kabupaten Bogor," ucapnya.

Kades Medalsari Amin ketima dimintai komentarnya mengatakan persoalan jembatan memang bisa memangkas waktu warganya ketika akan bepergian ke beberapa wilayah khususnya ke arah barat Karawang seperti ke Desa Kertasari, Mulangsari dan Wilayah Pasar Cariu Kabupaten Bogor untuk melakukan aktifitas perekonomiannya. Dirinya pun mengaku, selain persoalan jembatan, penerangan jalan utama pun cukup dibutuhkan oleh warga karena lintasan jalan pintas ke arah Nangerang dan Medalsari lintas Tegalsimet , kalau malam cukup gelap dan rawan kriminalitas.

"Persoalan kompleks di kami kang, selain jalan rusak, butuh jembatan, jalan kami pun butuh penerangan. Kasihan warga mesti memutar hingga puluhan kilometer jika mau ke Loji dan Tegaloa. Padahal jaraknya hanya 2 km saja dari desa kami," ucapnya.

Di tempat terpisah H. Ikbal (40) tokoh masyarakat Desa Kertasari mengatakan permintaan jembatan bukan tidak pernah diajukan namun pemerintah belum bisa merespons kebutuhan itu. Menurutnya jembatan penghubung itu merupakan solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarkat, baik dari segi ekonomis, sosial dan budaya. "Kasihan warga pak, kalau harus melintas sungai, jarak dekat cuma beresiko karena licin bebatuannya terlebih yang melintas bukan saja orang dewasa, anak-anak juga ada. Saya sangat berharap pemerintah bisa secepatnya bangunkan jembatan bagi wilayah kami," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template