Wajar Warga Minta TPAS - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wajar Warga Minta TPAS

Wajar Warga Minta TPAS

Written By Admin Raka on Senin, 27 Agustus 2018 | 13.00.00

TEGALWARU, RAKA - Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dinilai sebagai solusi permasalahan sampah di Wilayah Kecamatan Tegalwaru. Saat ini jumlah penduduk di daerah itu terus mengalami peningkatan, demikianpun kebutuhannya. Sehingga dianggap wajar produksi sampahnya pun bertambah banyak.

Tokoh Masyarakat Desa Mekarbuana Munir ditanya perihal sampah yang sudah tidak terkendali, sependapat sudah saatnya ada tempat pembuangan akhir sampah di wilayah Kecamatan Tegalwaru. Tokoh yang juga ketua RW 03 Desa Mekarbuana itu menilai sampah sudah menjadi permasalahan umum yang belum ada solusinya. Maka yang menjadi hal utama adalah bagaimana masayarakat bisa buang sampah pada tempatnya.

"Kalau mengarahkan masayarakat agar tertib membuang sampahnya itu bisa dilakukan tetapi hal terpenting dimana tempat pembuangan sampahnya," ucap Munir, baru-baru ini. Dia tidak menampik jika sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat yang membuat sampahnya di sembarang tempat, termasuk di sungai dan saluran air. Itu bisa terjadi karena mereka juga kebingungan mau membuang sampahnya dimana karena tidak adanya tempat membuang sampah.

Banyak hal bisa dilakukan sebagai upaya mengatasi masalah sampah. Namun terpenting adalah lahan pembuangan akhirnya. Kalau soal siapa yang akan mengangkut sampahnya ke lokasi itu masalah teknis, bisa dipikirkan bersama. "Wajar kalau masyarakat minta tempat pembuagan sampah. Bila perlu kita membuat surat kepada Pemerintah Kabupaten agar disediakan lahan untuk membuang sampah akhir di Kecamatan Tegalwaru," tandas Munir.

Seperti diinformasikan sebelumnya, sampah menjadi polemik yang berkelanjutan hingga belum ada solusi serius dari pemerintah baik di tingkat wilayah maupun kabupaten. Wargapun sudah mempertanyakan harus dikemanakan sampah rumah tangga mereka. Sementara pemerintah kecamatan agakpun mulai gerah dengan aksi warganya yang membuang sampah ke lahan-lahan kosong dan sungai. Sehingga merekapun berharap baik pemerintah daerah, propinsi maupun pusat bisa menyediakan lahan untuk dijadikan tempat pembuangan sampah akhir agar polemik itu terpecahkan hingga adanya regulasi sampah.

Tidak adanya tempat pembuangan akhir sampah mengakibatkan sampah bertebaran dimana-mana, bahkan di saluran-saluran air. Deras air pun menjadi tersumbat oleh keberadaan sampah sehingga air pun tidak mengalir dengan lancar, apalagi bisa mengaliri areal-areal persawahan. Seperti diungkapkan Asum (44) petani yang mempunyai sawah di Kampung Cipeuteuy Desa Mekarbuana. Dia merasa direpotkan oleh sampah yang terdampar ke sawahnya karena terbawa air.

“Seharusnya memang semuanya bekerjasama agar tidak ada lagi warga yang buang sampah ke sungai. Bisa saja pihak desa mengeluarkan peraturan agar warga bisa membuat tempat sampah di lokasi rumahnya masing-masing agar sampah tidak dibuang ke sungai," ucapnya. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template