Tukang Bubur Karangpawitan Kuwalat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tukang Bubur Karangpawitan Kuwalat

Tukang Bubur Karangpawitan Kuwalat

Written By Admin Raka on Senin, 20 Agustus 2018 | 18.30.00

KARAWANG, RAKA - Dion (40) tukang bubur yang biasa mangkal di Lapangan Karangpawitan ini nasibnya sungguh sial. Dia kuwalat sama Dinas Perhubungan (Dishub). Gara-gara hendak menerobos putaran jalan yang sudah ditutup Dishub, gerobak buburnya hancur lebur dihantam mobil hitam yang melaju dari arah perempatan RMK.

Data lapangan yang dihimpun Radar Karawang, Minggu (19/8), menyebutkan saat kejadian arus lalulintas memang tidak terlalu padat. Kondisi itu membuat kendaraan terutama mobil melaju dengan kecepatan sedang. Terlebih sejak ditutupnya dua median jalan di depan lapangan Karangpawitan memang lalulintas menjadi lancar. Sayangnya, Dion agaknya kurang mengapresiasi kerja keras Dinas Perhubungan membuat arus lalulintas menjadi lancar ini.

Buktinya, Dion pun ingin mengambil jalan pintas. Terlebih ada cela untuk gerobak buburnya melewati bagian cela median yang terbuka. Alhasil Dion pun nekat mendorong gerobaknya hendak melintasi putaran jalan itu. Padahal saat itu banyak kendaraan dari arah perempatan lampu merah RMK yang melaju dengan kecepatan sedang, sehingga membahayakan gerobaknya.

Hal itulah yang kurang diperhitungkan Dion. Termasuk tidak mencermati mobil berwarna hitam yang saat itu melaju dari arah perempatan RMK. Akibatnya belum lagi gerobak buburnya melewati putaran jalan yang sebelumnya secara resmi ditutup Dinas Perhubungan, mendadak mobil hitam dari arah berlawanan menghajar gerobak buburnya. Beruntung ketika itu Dion keburu melompat, sehingga dirinya pun selamat tidak hancur bersama gerobaknya. 

"Tukang bubur itu kuwalat sama Dishub karena memaksana melewati putaran jalan yang sudah ditutup dishub. Gerobak buburnya diseruduk mobil hitam tapi dia langsung luncat, dan selamat. Cuma gerobak buburnya hancur berantakan," ujar Karta (52) pedagang kaki lima yang sedang mangkal di pendopo lapangan Karangpawitan. Dia menuturkan mestinya Dion tidak melewati median jalan itu karena memang sudah ditutup Dinas Perhubungan.

Masih dituturkan Karta, memang tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Tetapi baik tukang bubur maupun pengendara mobil hitam sama-sama rugi. Tukang bubur gerobaknya hancur dan pengendara mobil kaca depan mobilnya juga pecah. Keduanya sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan dan tidak melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian. "Yang saya tahu, yang pakai mobil sudah ganti rugi makanya pergi. Kalau tidak salah tukang buburnya minta ganti rugi Rp 8 juta tetapi cuma dikasih Rp 6,5 juta," ujar Karta. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template