Tidak Ikut Kerja Bakti Denda Rp 50 Ribu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tidak Ikut Kerja Bakti Denda Rp 50 Ribu

Tidak Ikut Kerja Bakti Denda Rp 50 Ribu

Written By Admin Raka on Senin, 13 Agustus 2018 | 14.00.00

TEGALWARU, RAKA - Puluhan warga Kampung Cipeuteuy Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru dibantu pedagang di lingkungan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN) Karawang, membersihkan sampah di saluran Sungai Cikumpeni melintasi kampung tersebut. Hal itu dilakukan karena sampah sisa jajanan banyak yang mengendap dan menghambat aliran air hingga sering jadi penyebab saluran itu meluap ketika hujan.

"Aksi bersih-bersih ini tujuannya untuk mencegah terjadinya genangan saat hujan nanti. Selain itu juga untuk mengantisipasi mewabahnya penyakit demam berdarah yang biasanya kerap terjadi di musim kemarau," ucap Nur (27) pedagang MIN 1 Karawang di Kecamatan Tegalwaru, Minggu (12/8).

Diakui Nur, kebanyakan sampah yang mengendap di saluran air memang berasal sampah jajanan anak sekolah. Karena itu menjadi alasan dia dan teman-temannya para pedagang di sekitar MIN 1 Karawang ikut membersihkan sampah endapan itu. "Daripada nanti diberlakukan peraturan hingga harus didenda lebih baik kami ikut juga membantu, toh buat kita juga kok rasa nyamannya," Kata Nur.

Dirinya pun menjelaskan lingkungan akan dirasakan nyaman ketika semua warga termasuk siswa sekolah pun ikut menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan , dan juga saling mengingatkan agar semua elemen ikut bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan bersama. Sasaran dalam aksi itu, hanya yang dekat-dekat saja. Tepatnya di titik saluran yang dekat dengan sekolah.

Titik saluran itu, terang Nur masuk dalam wilayah Dusun 04 yaitu di Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana. “Sampahnya kami keruk karena kondisinya khawatir nanti saat musim hujan tersumbat sampah dan lumpur. Sehingga jika terjadi hujan dan air pasang menimbulkan genangan dan banjir karena air tidak dapat mengalir dengan lancar," terang Nur.

Sementara Samsi (34) warga Kampung Cipeuteuy mengerangkan jika ke depannya bukan saja warga, pemilik warung pun harus ikut andil dalam menyoal permasalahan sampah. Menurut dia persoalan sampah bahkan secara intensif dibahas dalam rapat orang tua siswa. Bahkan rapat pun menjadi lebih nyata dan aktif karena berharap adanya perubahan bagi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri satu-satunya di wilayah Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan. "Sudah disepakati jika ada pedagang yang tidak ikut dalam aksi kerja bakti maka pemilik warung akan diberikan sanksi berupa denda sebesar Rp50.000," tandasanya.

Secara terpisah tokoh masyarakat Kampung Cipeuteuy H. Abas (62) membenarkan kebanyakan yang kerja bakti rata-rata di dominasi ibu-ibu. Dirinya mengaku jika kegiatan itu sebagai langkah awal bagi lingkungan agar terhindar dari penyakit. Sungai Cikumpeni memang kerap dijadikan tempat membuang sampah oleh masyarakat. Terutama bagi anak-anak selepas mereka jajan. "Agar semua ikut berkontribusi jadi saluran itupun dibersihkan. Orientasinya kepada para pemilik warung agar mereka tahu menjaga kebersihan, selain sosialisasi kepada anak-anak sekolah jangan buang sampah sembarangan disaluran air," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template