Targetkan Gabah Kering Panen 1,3 Juta Ton - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Targetkan Gabah Kering Panen 1,3 Juta Ton

Targetkan Gabah Kering Panen 1,3 Juta Ton

Written By Admin Raka on Jumat, 24 Agustus 2018 | 12.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Musim kemarau panjang, dinilai tidak membuat produksi gabah petani paska panen di Karawang turun.

Dari target 1,3 juta ton tahun ini, per Juli 2018, Karawang sudah mencapai sekitar 51,5 persen atau sudah 707 ribu ton dengan jumlah sisa lahan belum panen sekitar 36 ribu hektar. Dengan hasil produksi rata-rata 8-10 ton GKP per hektar, gabah di Karawang yang sedang moncer harganya diatas Rp 500 ribu perkwintalnya ini, diklaim bebas dari puso dan kekeringan.

"Di Jawa Barat itu yang kekeringan dan Puso hanya 1,8 ribu hektar saja, dengan luas yang terancam 19 ribu hektar. Nah Karawang, Bekasi dan Purwakarta ini nol kekeringan dan puso sama sekali," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holkikuktura DInas Pertanian Provinsi Jawa Barat Unef Supriyadi di sela-sela panen raya dan tanam kedelai di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang, Kamis (23/8).

Unef menambahkan, target produksi padi di Jawa Barat tahun ini adalah 13 juta ton, dan per 23 Agustus ini yang  ter-update baru 7,2 ton, sehingga pihaknya masih ada pekerjaan rumah sekitar 6 juta ton lagi. Karenanya, ia targetkan, Agustus ini bisa bertambah sampai 4 juta ton lagi dan September-Oktober tuntas seterusnya dengan 3 juta ton.

Dia mengapresiasi Karawang yang sudah mendekati target produksi, karena memang kabupaten ini zero kekeringan dan zero puso dibanding kabupaten lainnya. Katanya, kering yang terjadi di Karawang adalah pertanaman yang sudah ditanam kemudian kering, bukan yang belum ditanam. "Kalau kering belum ditanam itu lain hal, tapi yang kita hitung adalah sawah yang sudah ditanami kemudian kering, ini tidak terjadi di Karawang," katanya.

Unef berharap, hal ini bisa dipertahankan, karena luas ancaman kekeringan di Jawa Barat potensinya masih 19 ribu hektar, sehingga perlu ada pengendaliannya secara berkesinambungan.

Kepala Badan Karantina Kementrian Pertanian Banon Hapsari mengatakan, dari 923 ribu hektar tanaman padi di Jawa Barat, yang kekeringan dan puso memang hanya 1,8 ribu hektar saja. Karawang kebetulan bebas kekeringan dan puso, ini sebutnya, bukti yang baik pengaturan airnya.
Biasanya, di Pakisjaya ada 700 hektar lahan sawah dan tidak bisa ditanami karena kering dan 600 hektar tanaman diantaranya terancam kekeringan.

Padahal Karawang adalah daerah satu-satunya yang airnya cukup sepanjang tahun, karena lokasinya disuplai langsung dari PJT.

Tidak sedikit, sungai seperti di Cilamaya yang menyempit akibat sampah dan eceng gondok. Kondisi ini yang membuatnya prihatin. Jelasnya, di dunia termasuk Indonesia, akan mengalami kekeringan akibat kemarau yang akan berlangsung lama di tahun 2019-2022. Untuk itu, Karawang yang cukup air, jangan boros air. "Buat apa ada Perda LP2B selama sampah di air dibiarkan, dan pemanfaatannya tidak baik, sama saja bohong. Saya ajak, ayo gerakan kali bersih, gotong royong, bukan hanya petani, tapi semua masyarakat," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template