Target Partisipasi KB 76 Persen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Target Partisipasi KB 76 Persen

Target Partisipasi KB 76 Persen

Written By Admin Raka on Jumat, 31 Agustus 2018 | 13.00.00

PURWAKARTA, RAKA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, menargetkan partisipasi masyarakat dalam ikut program keluarga berencana (KB) bisa mencapai 76 persen dari pasangan usia subur. Saat ini, tingkat partisipasinya baru 68 persen. Salah satu upaya untuk merealisasikan target ini, dengan cara menambah jumlah kader.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta, Nurhidayat, mengatakan, sebenarnya dengan angka partisipasi KB yang mencapai 68 persen, kategorinya sudah berhasil. Akan tetapi, capaian tersebut perlu ditingkatkan lagi. Mengingat, sampai saat ini masih banyak kendala mengenai program KB tersebut. "Kalau laju penduduk tidak dikendalikan sejak dini, maka dampaknya bisa luas," ujar Nurhidayat, kepada awak media. Kamis (30/8).

Salah satu dampaknya jika jumlah penduduk tak dikendalikan, lanjut Nurhidayat, yaitu ketimpangan ekonomi. Hal itu, bisa meningkatkan kasus kriminalitas. Sebab, akan semakin banyak warga yang menganggur. Tetapi, kebutuhan hidup terus meningkat. Untuk itu, laju pertumbuhan penduduk harus dikendalikan. Salah satunya, melalui program keluarga berencana. Keluarga berencana disini, bukan berarti warga dipaksa ikut program KB. Melainkan, bagi pasangan usia subur, berkeluarga itu harus direncanakan sebaik mungkin. Termasuk dalam hal mendapatkan anak perlu direncanakan dengan matang.

Karena itu, guna merealisasikan targetan 76 persen angka partisipasi KB, maka perlu memerkuat jaringan di tingkat kader. Saat ini, jumlah kader yang ada di 192 desa dan kelurahan sudah mencapai 600 jiwa. Tetapi, jumlah tersebut akan ditambah menjadi 750 jiwa. Dengan bertambahnya jumlah kader, diharapkan bisa mendongkrak tingkat partisipasi tersebut. Pasalnya, masyarakat yang teredukasi mengenai KB meningkat. Sebab, salah satu peran kader ini harus bisa mengedukasi warga mengenai positifnya ikut program KB. "Kita berharap, para kader bisa melakukan pendekatan kultural kepada masyarakat. Supaya, mereka yang ikut KB, tidak merasa terpaksa. Melainkan atas kesadaran sendiri," ujarnya.

Menurutnya, sampai saat ini masih ada kendala di lapangan mengenai program KB ini. Seperti, masih banyaknya kasus pernikahan usia muda atau dini. Terutama, di pelosok pedesaan. Selain itu, faktor kemiskinan. Serta, masih rendahnya pengetahuan masyarakat. Kendala ini, perlu dikikis. Salah satunya, lanjut Nurhidayat, melalui peran kader dan sukarelawan KB di masing-masing desa. Tetapi, untuk menunjang keberhasilan menekan laju penduduk, hal ini harus bersinergi lintas sektoral. Sebab, tidak bisa dibebankan pada kader ataupun DPPKB. "Perlu peran serta seluruh elemen masyarakat, untuk menunjang keberhasilan program ini," jelasnya.

Sementara itu, Ade Yani (37) warga asal Desa Parakan Lima, Kecamatan Jatiluhur, mengaku, banyak manfaat mengikuti program KB. Salah satunya, bisa mengatur jarak kelahiran anak. Apalagi, saat ini warga diberi kesempatan untuk berkonsultasi dengan bidan, mengenai alat KB yang cocok dengan kondisi masing-masing warga. "Jadi, ikut KB saat ini menyenangkan. Sebab, bisa diarahkan oleh bidannya, alat KB yang cocok dengan kondisi tubuh kita. Jadi, jangan takut ikut KB," ujarnya. (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template