Sungai Cigentis Kering - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sungai Cigentis Kering

Sungai Cigentis Kering

Written By Admin Raka on Selasa, 28 Agustus 2018 | 15.15.00

PANGKALAN, RAKA - Masyarakat Desa Kertasari Kecamatan Pangkalan mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar membuatkan jembatan supaya mereka bisa menyeberangi Sungai Cigentis. Hanya saja, hingga kini permintaan itu belum ditanggapi PUPR. Padahal keberadaan jembatan itu penting untuk meningkatkan tarap perekonomian masyarakat disana.

Dikatakan tokoh masyarakat Desa Kertasari H. Ikbal (40) selama ini untuk melakukan aktifitas perekonomiannya warga terpaksa berputar hingga puluhan kilometer ke arah Loji di Kecamatan Tegalwaru. Padahal kalau ada jembatan hanya butuh beberapa menit saja untuk bisa menyeberangi Sungai Cigentis. Keberadaan jembatan tersebut selain bisa memangkas waktu warga ketika akan bepergian ke beberapa wilayah. Seperti ke arah barat Karawang menuju Desa Mulangsari dan Wilayah Pasar Cariu Kabupaten Bogor.

Memang, terang Ikbal, masih bisa memaksakan menyeberang jika arus sedang tidak deras, tetapi resiko yang ditanggung juga. Karena selain lintasannya berbatu kondisinya juga licin. "Kasihan warga kalau harus melintas sungai jalannya licin dan berbatu," ucap Ikbal, apalagi, terang tokoh masyakat Desa Kertasari ini, yang menyeberangpun bukan hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak sekolah supaya bisa lebih cepat sampai di sekolahnya.

Ikbal sendiri mengaku permintaan dibuatkan jembatan bukan tidak pernah dilakukan, tetapi sampai sekarang belum mendapat tanggapan PUPR. Padahal jembatan penghubung itu, jelas Ikbal merupakan solusi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ikbal sendiri tidak menampik, kalau sejak kemarau terparah yang berlangsung tiga bulan terakhir mengakibatkan Sungai Cigentis mengalami kekeringan. Bahkan saking kering sampai warga pun bisa melintasinya dengan mengendarai motor.
Hal itu juga diakui Ajang (34) warga Kampung Nangerang, Desa Kertasari. Dia bersama warga lainnya memanfaatkan sungai kering itu untuk menyeberang. "Untungnya lagi musim kemarau sehingga arus sungai pun tidak deras dan bisa dilintasi dengan motor," ungkap Ajang. Kalau dalam biasa, kata Ajang, tidak ada yang berani melintas sungai karena arusnya terkenal deras, apalagi menggunakan motor bisa-bisa motornya terseret air.

Dikatakan Ajang rata-rata warga Kampung Nangerang melintasi sungai kering Cigentis untuk bisa menyeberang. Apalagi memang belum ada jembatan permanen yang bisa digunakan untuk menyeberangi sungai. Hal itu dilakukan warga karena pilihan jarak tempuh keluar kampung bisa lebih dekat ketimbang berputar puluhan kilometer ke arah Loji di Tegalwaru. "Terpaksa aja menyeberangi sungai ketimbang memutar hingga puluhan kilometer," ucap Ajang. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template