Setelah Kering, Sawah Ciwulan dan Pulosari Dipastikan Dapat Air - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Setelah Kering, Sawah Ciwulan dan Pulosari Dipastikan Dapat Air

Setelah Kering, Sawah Ciwulan dan Pulosari Dipastikan Dapat Air

Written By Admin Raka on Kamis, 02 Agustus 2018 | 18.15.00

TELAGASARI, RAKA - Memastikan pasokan air menuju PO3 di Desa Pulosari dan Ciwulan Kecamatan Telagasari lancar di saluran sekunder, Kepala Perusahaan Jasa Tirta (PJT) Karawang melakukan pengecekan langsung arus air di wilayah tersebut.

Dikatakan Suwondo, air sudah digelontorkan ke golongan 3 dan 4 di saluran sekunder PO3 Desa Ciwulan dan Pulosari cukup besar, bahkan kalau debit air terus ditambah, bisa luber di Pulosari kepemukiman warga. Sebab, air yang mengalir sudah dengan volume 1,2 meter kubik. Hanya saja, diakui Suwondo, di saluran tersier perlu ada pembenahan yang menjadi kewenangan diluar PJT.

Sehingga air belum optimal khususnya yang menuju Desa Ciwulan. Kalau diperbesar juga beresiko di sekunder Desa Pulosari. Sebab, untuk saluran tersier bukan menjadi kewenangan PJT, karena yang menjadi domainnya ia pastikan bahwa di irigasi sekunder air sudah mencukupi. "Volume air sudah banyak kita alirkan di saluran sekunder, kalau ditambah terus bisa luber ke pemukiman warga di Pulosari, karena kewenangan kami di sekunder," katanya.

Suwondo bersama petani dari Desa Pulosari dan Ciwulan mendatangi langsung pintu air di PO 3. "Silahkan, pemerintah desa dan petani mengatur airnya agar dipastikan bisa lancar masuk pesawahan," sebut Suwondo.

Tidak mungkin, sebut Wondo, ia harus menggiring-giring masyarakat tani agar air masuk sawah. Sebab, pengaturannya ia serahkan kepada pemerintah desa. Karena itu, sejumlah kades dan gapoktan diakuinya sudah memahami bahwa memang sebenarnya air tidak kurang. "PJT sudah optimal gelontorkan air. Adapun mengapa area sawah masih saja belum basah, maka ia pasrahkan kembali solusinya kepada para petani dan pemerintah setempat," ucapnya.

Kades Rawagempol Wetan H. Udin Abdul Gani mengatakan di Cilamaya Wetan sawah-sawah memang masih ada yang kering, seperti di Sukamenak. Dirinya balik apresiasi PJT yang sebenarnya optimal mengatur airnya di irigasi sekunder, tapi sebutnya, di jalur tersier ini kadang-kadang petani dan pemerintah desa juga kesulitan pengaturannya, maka itu, gerakan gorol, pembenahan saluran dan pembersihannya harus dilakukan agar air yang besar bisa masuk pesawahan. "Kami tidak menyalahkan PJT yang ternyata faktanya disemua pintu air, volume dan debit airnya sangat besar digelontorkan, tapi kadang kita pemerintah desa dan petaninya gak bisa mengaturnya di saluran tersier," pungkasnya.

Udin menambahkan, banyak saluran tersier tidak tersentuh pemerintah desa, ulu-ulu dan petani sehingga air macet untuk masuk sawah. Kalau dulu, sebelum masuk, seharusnya sampah, dan ganggang dibersihkan dulu agar yang masuk itu lancar. Ia sama sekali tidak menyalahkan PJT dalam hal ini, sebab, PJT memang sudah penuh volume airnya dari saluran sekunder.

Bahkan kalau kurang juga siap ditambah. Namun, kesadaran tuan rumah diakuinya, dirasa masih kurang dalam mengatur air masuk. Maka, pemerintah desa, Gapoktan dan ulu-ulu diharapkan membudidayakan lagi kegiatan gorol dan pembersihan saluran tersier. "Kita malah bersyukur air selalu lancar pasokannya di Sekunder, kadang kitanya ini yang malas bebersih yang ditersier atau saluran cacing," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template