Sawah Kekurangan Air Segera Lapor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sawah Kekurangan Air Segera Lapor

Sawah Kekurangan Air Segera Lapor

Written By Admin Raka on Kamis, 30 Agustus 2018 | 18.00.00

PAKISJAYA, RAKA- Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, mencatat saat ini area pesawahan di tiga kecamatan sudah mulai kekurangan air. Ketiga kecamatan tersebut yaitu Batujaya, Pakisjaya dan Cilamaya. Jika terjadi kekeringan, petani diminta melaporkan ke Dinas Pertanian.

"Kami akan berusaha menangani persoalan kekeringan yang biasa dialami petani selama musim kemarau," kata Kepala Dinas Pertanian setempat Hanafi, baru-baru ini.

Ia mengaku telah menyiapkan bantuan pompa air untuk mengatasi kesulitan air tersebut. Seperti beberapa waktu lalu, pihaknya telah menurunkan bantuan puluhan pompa air untuk mengatasi kekeringan areal sawah di sejumlah daerah sekitar Karawang. "Sebelumnya memang ada ribuan hektare hektare sawah yang terancam kekeringan. Tapi tim sudah bergerak dengan menurunkan puluhan pompa air untuk mengatasi ancaman kekeringan itu," paparnya.

Diteruskannya, areal persawahan yang dilaporkan kekeringan di antaranya terjadi di Kecamatan Batujaya, Pakisjaya dan Kecamatan Cilamaya. Areal sawah di tiga kecamatan itu sebelumnya dilaporkakn kekeringan, karena berkurangnya debit air dari saluran irigasi. Kondisi terjadi akibat pendangkalan dan penyempitan saluran irigasi ke areal persawahan di daerah tersebut. "Tapi itu sudah tertangani dengan baik. Jadi areal sawah seluas sekitar 2.500 hektare di tiga kecamatan itu sudah bisa ditangani hingga akhir bulan ini," ucapnya.

Sebelumnya, petani asal Desa Tanjungmekar, Kecamatan Tanjungpakis Ujang (48) mengatakan, meskipun harus mengeluarkan biaya ekstra, tidak ada cara lain yang bisa ia lakukan demi kelangsungan tanaman padinya. Air yang disedot dari saluran tersier menggunakan pompa tersebut untuk mengairi sebagian sawah petani yang mulai mengering karena kekurangan air. “Kami terpaksa pakai pompa untuk mengairi sawah yang mulai mengering,” katanya.

Para petani sangat berharap campur tangan pemerintah, mengingat, telah banyak modal yang dikeluarkan oleh para petani. Ditambah dengan kurangnya pasokan air seperti sekarang ini. Pengeluaran modal petani dapat dipastikan bertambah, karena harus memenuhi kebutuhan air untuk sawahnya. “Kalau bisa kami butuh bantuan pemerintah,” harapnya.

Senada dengan Ujang, petani lainnya, Asnim (47) mengaku, sawah yang ia tanami padi saat ini mulai dilanda kekeringan. Kekurangan pasokan air mulai dirasakan para petani karena aliran air yang mulai berkurang. Padahal, dalam menanam padi pasokan air yang cukup merupakan satu hal yang paling penting sebagai pendukung baiknya tanaman padi. “Kalau padi kan harus cukup air,” ujarnya.(rok/asy)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template