Satgas Kementerian Selidiki Dana Desa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Satgas Kementerian Selidiki Dana Desa

Satgas Kementerian Selidiki Dana Desa

Written By Admin Raka on Rabu, 29 Agustus 2018 | 16.14.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Serapan Dana Desa (DD) tahun 2018 tahapannya melewati limit waktu realisasi. Hal itu memaksa satuan tugas (satgas) Dana Desa Kementerian Desa mendatangi Karawang. Bahkan, selama lima hari kedepan satgas yang beranggotakan lima orang ini berada di kabupaten ini.

Serapan dan realisasi yang rendah sampai akhir Agustus ini di banding Kabupaten/kota lainnya, menjadi alasan satgas dana desa memastikan langkah percepatan yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mendongkrak besaran serapan Dana Desa yang lama mengendap di Kas Daerah. Bahkan, mengantisipasi itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) secara khusus mengundang semua Camat yang desanya masih belum mengajuan dana desa tahap 1 yang jumlahnya masih 47 desa.

"Satgas Dana Desa dari Kementerian turun ke Karawang, karena ditahun ini disebut-sebut baru 90 desa saja yang sudah melakukan pengajuan tahap 2 dan yang merealisasikan diantaranya," tandas Pendamping Desa Kecamatan Cilamaya Kulon Baehaqi menuturkan kepada Radar Karawang, Selasa (28/8). 

Untuk itu, terang dia, agar tidak jadi pertanyaan lebih dalam, diharapkan pemerintah desa yang dananya sudah turun tahap II agar segera realisasikan fisiknya. Sebab limit tahap 2 ini jadwalnya sudah jauh, karena sambung Baihaqi, seharusnya tahap 2 itu sudah selesai semua pencairannya sejak bulan Juni, tapi kenyataannya sampai akhir Agustus saja, masih ada desa-desa yang tahap 1 saja belum cair.

Hal itu, menurut Baehaqi menjadi perhatian tim Satgas dana desa ini datang ke Karawang. "Kehadiran satgas dana desa terutama untuk melihat pemetaan, alasan mengapa Dana Desa tahap 1 belum cair dan mengapa Dana Desa tahap 2 belum direalisasikan atau bahkan belum diajukan. Para pendamping yang binaan desanya macet, ini banyak dicecar Satgas, mohon ini jadi perhatian para kepala desa," Katanya disela-sela minggon kecamatan.

Baehaqi menambahkan, bisa dibayangkan jika September tahap dua saja belum cair atau belum direalisasikan, untuk pencairan tahap 3 kapan turunnya. Ia balik khawatir dana sisa yang seharusnya turun ke desa, justru jadi Silpa dan ditarik lagi ke RKUN. Untuk itu ia menyerukan semua aparat pemerintah desa bersama kadesnya untuk tidak meniru-niru desa dan kecamatan lainnya, karena limit saat ini sudah berpacu dengan waktu.

Tinggal beresi tahap 2 realisasinya, langsung ke ajuan berikutnya agar tahap 3 bisa terserap sebelum berganti tahun. Begitupun pihak kecamatan agar tidak mempersulit hal ajuan dan laporannya, karena sampai saat ini untuk APBDes saja ada yang belum masuk SiPEDE maupun aplikasi Siskudes. Ini juga perlu diarahkan untuk diisi data-datanya agar pihaknya segera mengirimkan ke kementerian. "Jangan persulit ajuan, kita harapkan tidak ada Silpa," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template