Salib Kendaraan di Interchange Karaba Nyawa Taruhannya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Salib Kendaraan di Interchange Karaba Nyawa Taruhannya

Salib Kendaraan di Interchange Karaba Nyawa Taruhannya

Written By Admin Raka on Sabtu, 25 Agustus 2018 | 13.00.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Untuk bisa sampai tepat waktu ke tempat kerja menyalip kendaraan di depan sudah jadi keharusan di ruas Jalan Interchange Karawang Barat, tidak jauh dari perumahaan Karaba, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur. Untuk itu, perhitungan pun mesti matang, karena sedikit saja meleset taruhannya nyawa lantaran bisa dihajar kendaraan yang melaju berlawanan arah.

Hal yang sama diungkapkan Nurmantyo (27),  pengendara motor asal Karawang Kota, belum lama ini. Dia mengaku setiap hari melintasi ruas jalan tersebut. Nurmantyo nekat melakukan karena kondisi badan jalan yang menyempit akibat banyaknya truk-truk tronton parkir liar di pinggir jalan ruas tersebut, yang acap kali memakan bahu jalan. Kondisi paling berbahaya terang Nurmantyo adalah hari Senin. Selain lalulintas padat tuntutan untuk sampai tempat kerja tepat waktu terkadang menggoda untuk beraksi nekat menyalib. "Kalau Senin motor susah nyalip dari arah kiri dan mesti nyalip dari arah kanan seperti mobil saja. Seharusnya pilihan kami menggunakan motor jalur kiri lah yang mesti aman," tandas Nurmantyo.

Ruas lain yang dianggap rawan kecelakaan adalah ruas Jalan Badami Loji, sebelum Jembatan Nyangkokot, perlintasan Desa Wanasari, Telukjambe Barat. Sudah badan jalan sempit akibat parkir liar truk, pengendara pun sering kagok ketika akan melintasi truk-truk tersebut karena harus berhadapan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan. "Kadang parkirnya di bahu jalan dan kanan kiri. Mending badan jalannya lebar, ini sudah jalannya sempit jadi makin sempit saja," ucap Beni (30) sopir minibus dari arah Karawang Kota.

Parahnya, lanjut sopir yang setiap hari melintasi jalan Badami Loji itu, kalau truk-truk yang parkir lebih dari tiga, maka bagian bahu jalan yang terpakai pun bisa mencapai puluhan meter. "Saya saja yang bawa mobil suka kagok kalau mau melintasinya bagaimana pengendara motor," ucap dia.

Sementara Aisyah (30) pemilik warung di pinggir jalan Interchange Karaba mengatakan  truk atau bus memang sudah biasa parkir di bahu jalan. Hal itu terjadi karena selama ini tidak ada larangan parkirnya. Jadi pilihan mereka sekalian istirahat sebelum masuk ke tol Karawang Barat. "Yang saya tahu sih para sopir banyak bilang karena tidak ada marka larangan berhenti bagi kendaraan makanya sekalian banyak yang menumpang istirahat di warung-warung sekalian istirahat," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Arief Bijaksana Maryugo, sebelumnya, terkait itu juga mengatakan dinasnya akan mengerahkan petugasnya untuk menertibkan aksi mangkal liar truk tronton di sepanjang Jalan Interchange Karawan Barat. Tindakan itu ditempuh, selain berpotensi kemacetan keberadaan truk-truk tersebut rawan kecelakaan. Bahkan Arief menegaskan akan menempuh tindakan tegas melakukan penggembosan ban dengan cara dicabut pentilnya jika diperlukan.

Berdasarkan data lapangan, sejumlah kendaraan berat jenis truk dan tronton terparkir di pinggir Jalan Interchange Karawang Barat, tidak jauh dari gerbang masuk Perumahaan Karaba. Bahkan karena banyaknya yang parkir bahu yang dipergunakan bisa mencapai ratusan meter. Sialnya truk-truk itupun tidak hanya menggunakan sebelah jalan melainkan kanan kiri jalan.

Praktis akibat penggunaan kanan kiri bahu jalan lebaran badan jalan pun mengalami penyempitan. Padahal kendaraan yang melintas di ruas tersebut juga jenis kendaraan besar dan lebar. Sehingga kendaraan kecil seperti motor atau mobil yang ketika itu melintas seringkali harus bertaruh nyawa karena mengambil jalan kendaraan yang melintas dari arah depan. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template