Rebutan Ceruk Suara Beringin - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rebutan Ceruk Suara Beringin

Rebutan Ceruk Suara Beringin

Written By Admin Raka on Rabu, 08 Agustus 2018 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Meski partai baru, keberadaan Partai Berkarya di Karawang tampaknya tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi sebagian besar pengurus teras partai berlogo pohon beringin ini mantan pengurus partai penguasa Orde Baru, Golkar.

Bukan tidak mungkin, keberadaannya menjadi ancaman Partai Golkar. Di Karawang, deretan pengurus hingga dewan pembinanya, diisi mantan petinggi partai yang kini dipimpin Sukur Mulyono. Sebut saja ketuanya Asep Ishak yang merupakan senior di Partai Golkar, atau dewan penasihatnya yang diduduki tokoh senior Partai Golkar yang juga mantan Wakil Bupati Karawang HD Salahudin Muftie. Belum lagi mantan Ketua Koni Karawang Aries Suparno yang sama-sama memperkuat partai besutan Tommy Soeharto itu.

Ketua DPD Partai Berkarya Karawang Asep Ishak bahkan optimis pada Pemilu 2019 partai yang dipimpinnya mampu meraih 6 kursi di DPRD Karawang. Artinya, setiap daerah pemilihan memiliki satu perwakilan.

Asep Ishak mengatakan, target tersebut tidak muluk-muluk bagi partainya. Dengan menawarkan gagasan dan program, termasuk ketokohan keluarga Cendana, dia yakin partainya mampu meraih suara signifikan. Meski begitu, dia mengakui partainya baru seumur jagung, sementara persaingan antarpartai politik cukup ketat.

Begitupun pada proses pencalegan, pihaknya hanya menyiapkan 48 calon anggota legislatif yang akan bertarung di enam daerah pemilihan. Dia berharap, 48 calegnya untuk DPRD Karawang bekerja optimal untuk mendulang suara. Sehingga target 6 kursi bisa terealisasi. Dia yakin, para caleg Berkarya yang rata-rata figur yang potensial bisa diterima masyarakat hingga pelosok desa yang ada di Karawang. "Semua kita arahkan bergerak mendulang suara caleg dan partai" Katanya.

Asep yang juga caleg DPR RI ini menambahkan, setelah penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) pada 15 September nanti, dia bersama semua pengurus dan DPC dari 30 kecamatan akan mengatur strategi pemenangan.

Kata Asep, masyarakat harus ditawari gagasan, program dan kegiatan selama kampanye dan sosialisasi nanti. Sementara 'menjual' nama besar keluarga Cendana adalah nomor kesenian. "Semua kader harus optimis dan matang menghadapi kegiatan dan kampanye nanti, dan siap kita atur strateginya," kata tokoh pendidikan Karawang ini.

Hal lain yang membuat dirinya optimis menghadapi Pemilu 2019, selain partai tersebut lahir dari keluarga besar Soeharto, juga tak sedikit aktivis Partai Golkar yang bergabung. Termasuk putra Sekda Karawang Teddy Rusfendi Sutisna, Yosev Adiyana Sutisna, juga menjadi caleg di partai ini. "Kita optimis karena partai Tommy Soeharto ini menerima banyak kader partai lain sebelumnya, termasuk Golkar," katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Karawang Sukur Mulyono mengatakan, dirinya tidak mau risih dengan perpindahan kader dalam suatu organisasi dan politik. Karena menurutnya hal itu merupakan hal yang lumrah dan biasa.

Menurut Mulyono, yang terpenting saat ini adalah bagaimana Partai  Golkar di Karawang bisa berbuat nyata dengan paradigma baru untuk bersatu dengan rakyat, mengerti apa yang jadi keinginan rakyat. "Kita yakin Golkar tetap akan besar, soal kader yang pindah sana sini, itu lumrah dan biasa. Jadi ya gak ngaruh ke patokan kursi yang kita target di pemilu," katanya yakin.

Mulyono menambahkan, partainya sama sekali tidak berpengaruh dengan keberadaan Partai Berkarya, karena ketokohan sekarang bukan jamannya lagi. Menurutnya, yang kini dibutuhkan oleh masyarakat adalah pemimpin yang mau turun ke masyrakat. Hal itu terbukti pada Pilgub Jabar kemarin. Jagoan Partai Golkar menang telak di Karawang. "Nanti di pileg, target kita ya sebesar-besarnya raihan kursi," katanya.

Pengamat politik dari Indobarometer Secep Sopandi mengatakan, dalam politik yang dinamis, segalanya bisa saja terjadi. Termasuk, kehadiran Partai Berkarya bisa saja berpotensi mengganggu perolehan suara Partai Golkar jika tidak diantisipasi dengan baik.


Apalagi, Partai Berkarya masuk ke arena politik salah satu jargonnya mengobati rasa rindu masyarakat terhadap Soeharto. "Hal ini diperkuat dengan kembalinya keluarga Cendana secara kompak bernaung dalam partai ini," ujarnya.

Dalam survei Indobarometer kata Cecep, salah satu presiden yang dikenal berhasil memimpin di Indonesia adalah Soeharto. Maka ketokohan Soeharto diharapkan menjadi magnet elektoral bagi Partai Berkarya.

 "Tetapi apakah Berkarya berpotensi menggerogoti suara partai Golkar jawabannya bisa Iya bisa tidak," sambung dia.

Setidaknya kata pria kelahiran Karawang itu, bisa dilihat beberapa indikator. Pertama, apakah mesin politiknya bagus dan mengakar sampai ke tingkat paling bawah. Kedua, calon legislatif yang ditawarkan potensial mampu menggaet suara. Ketiga, logistik yang cukup. "Harus diakui, Partai Golkar memiliki strong voter (basis massa) yang solid. Terutama generasi zaman old. Ia merupakan partai yang tahan di segala zaman, meskipun banyak partai yang lahir dari rahim Golkar," bebernya.


Namun menurutnya, Partai Golkar juga harus waspada, ketika lengah bisa saja basis massa Golkar bisa beralih atau bahkan berkurang. (rud/fiq)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template