Pramuka Bantu Air Bersih untuk Desa Jatilaksana - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pramuka Bantu Air Bersih untuk Desa Jatilaksana

Pramuka Bantu Air Bersih untuk Desa Jatilaksana

Written By Mang Raka on Rabu, 22 Agustus 2018 | 15.30.00

PANGKALAN, RAKA - Pramuka Kwartir Ranting Pangkalan bersama Koordinator Wilayah Pendidikan Sekolah Dasar dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan Pangkalan, mengucurkan air bersih di Desa Jatilaksana. Desa ini satu dari belasan desa yang dilanda bencana kekeringan sejak dua bulan terakhir. 
"Bantuan air bersih ini diberikan dengan menggunakan tong air secara terus menerus tanpa memakai tangki air. Bahkan sekali pengiriman bisa mencapai 1000 liter," ucap
Ketua Kwarran Pangkalan H. Oce Vant Adipitra, MM,MG. kepada Radar Karawang, Senin (20/8) saat pengucuran air bersih. Kegiatan itu sendiri, dilakukan terkait HUT pramuka yang digelar kwarran itu.
"Ini merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian pramuka kepada masyarakat, dan bisa merasakan semangat di Hari Pramuka dengan membantu sesama," katan Oce. Bantuan air bersih tersebut, terang Oce berhasil mengisi tong-tong air dan bak air warga yang sudah lama kosong lantara sumber air di perbukitan pun sudah lama tidak ada airnya.
Ada 15 tangki air disebar ke sejumlah wilayah di Desa Jatilaksana dan Desa Ciptasari untuk warga yang kesulitan air bersih.
Menurut Sunarto (33) warga Dusun Jati 2 Desa Jatilaksana, kekeringan di desanya sudah berjalan semenjak dua bulan lalu. Untuk mencari air dirinya bersama warga desa mengandalkan air sungai di daerah Sungai Cibeet, meskii harus berjalan sekitar 2 km. "Biasanya saya pakai air sumur tapi sekarang airnya kering, saya dan warga terpaksa mencari air di sungai Babakan Cigeuntis yang jaraknya sekitar 2 km dari rumah. Makanya saya merasa senang mendapatkan bantuan air dari pramuka seperti sekarang," ujarnya.
Hal senada juga diucapkan Esti (24) asal Dusun Cibeureum Desa Jatilaksana. Dirinya mesti ke sumber mata air yang kini menjadi pusat kebutuhan air bagi warga yang terdampak kekeringan, dan jika berjalan karena sumber mata air itu jauh dari pemukiman warga dan mesti berjalan kaki. "Warga biasanya mencari air di mata air terdekat yang jaraknya sekitar 1 km dari rumah mereka," ungkap Esti. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template