Polisi Seberangkan Anak Sekolah Setiap Pagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Seberangkan Anak Sekolah Setiap Pagi

Polisi Seberangkan Anak Sekolah Setiap Pagi

Written By Admin Raka on Minggu, 19 Agustus 2018 | 14.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Bukan cuma tidak adanya lampu merah tetapi minimnya penunjuk jalan di jalur perlintasan Telukjambe patut mendapat perhatian serius Dinas Perhubungan. Hal itu perlu diadakan untuk meminimalkan tingginya angka kesasar dan kemacetan di wilayah tersebut.

Seperti diungkapkan Marjab (44) warga Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, baru-baru ini. Dia mengaku akan ke Bekasi dan berencana lewat kawasan industri Cikarang. Karena tidak adanya marka jalan dia jadi kesasar. Saya baru memasuki wilayah Karawang. Rekomendasi memasuki wilayah Karawang pun dari temannya kalau mau ke arah Cikarang bisa melalui Pertigaan Kaligandu, Desa Wanakerta, Telukjambe Barat," ucap Marjab.

Menurut Marjab penunjuk arah itu harus ada sebagai bagian penyelenggaraan lalulintas. Apalagi kan ada jalur-jalur yang mestinya dilintasi kendaraan tertentu. "Kalau pengguna jalan seperti saya mah, pengen nya marka jalan itu jelas, kan kadang banyak truk-truk juga kita engga tahu, apakah jalan disini mesti pelan atau aman," ucapnya.

Selain minimnya rambu-rambu penunjuk arah, masalah lalulintas lainnya yang dikeluhkan adalah keberadaan lampu merah kerap menjadi alasan terjadinya kemacetan. Seperti terjadi di perempatan Telukjambe dan sejumlah ruas jalan di wilayah Telukjambe baik barat maupun timur, alasan tidak adanya lampu merah dikeluhkan sebagai penyebab masalah lalulintas di ruas-ruas tersebut, selain rendahnya disiplin lalulintas pengendara. "Mestinya ada lampu merahnya supaya pemakai jalan tidak saling rebutan mendahului sehinga membuat jalanan macet," ujar warga Desa Purwadana, Kusnodo, yang setiap hari melintasi Perempatan Telukjambe.

Kusnodo menambahkan macet paling parah biasa berlangsung di jam sibuk pagi dan sore. Untungnya, kata dia, pada jam-jam itu polisi selalu melakukan rekayasa jalan, sehingga kemacetannya bisa terurai. "Untungnya ada rekayasa jalan yang dilakukan polisi dan itu cukup efektif sehingga kemacetan bisa diminimalisir, kalau tidak macetnya bisa sampai puluhan meter," ujarnya.
Sementara Yasa (38) warga Kampung Bubulak, Desa Telagasari, sependapat jika lampu merah itu bukan saja untuk kebutuhan saat ramai saja, tapi untuk kondisi jalan tengah sepi. Diakuinya, diruas itu tidak jarang terjadi rebutan jalan untuk saling mendahului. Kalau di pagi hari pengawasan bisa di pantau polisi dan sore hari juga, akan tetapi di jam-jam lengang, tidak jarang terjadi rebutan dan sering memicu terjadinya pertengkaran.

Masih terkait itu, untuk meminimalkan kemacetan di Jalan Raya Badami, jajaran kepolisian Telukjambe Barat melakukan pengaturan arus lalulintas. Kegiatan itu langsung dibawah komando Kapolsek Telukjambe Timur Iptu Hasanudin. “Protap Gatur pagi arus lalulintas di Jalan Raya Badami dilakukan untuk antisipasi kemacetan dan penyeberangan anak sekolah," ucap kapolsek. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template