Pohon Program Penghijauan Ditebang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pohon Program Penghijauan Ditebang

Pohon Program Penghijauan Ditebang

Written By Admin Raka on Kamis, 09 Agustus 2018 | 16.15.00

RAWAMERTA, RAKA- Pohon yang ditanam di tepian antara tanggul pengairan dan area pesawahan Desa Sukaraja sepanjang 1600 meter tersebut malah dimanfaatkan oleh tikus dan burung pipit sebagai tempat berkembang biak. Padahal, kedua hewan ini salah satu musuh petani karena dianggap hama.

Kepala Desa Sukaraja, Engki, sempat kebingungan menanggapi hal tersebut. Pasalnya, ia tahu betul jika Go Green sedang di galakkan oleh pemerintah. Sementara dari sisi lain, ia juga sering kali mendapat desakan dari para petani untuk memotong pohon tersebut. "Selain di jadikan tempat bersarang hama, dikhawatirkan juga menjadi tempat sembunyi para begal yang justru mengancam keselamatan warga," ucapnya.

Agar semua berjalan tertib dan aman, dirinya coba membuat surat yang ditembuskan kepada Koramil, Polsek, dan Kecamatan Rawamerta. Dirinya menginginkan masyarakatnya  yang mayoritas petani dapat terbantu, namun tanpa mengacaukan program Go Green. "Cari solusi tepat agar semuanya berjalan aman dan tertib. Lagian kalau masih banyak ditanami pohon, menghambat panas matahari ketika musim hujan," katanya.

Lebih lanjutnya, pohon yang berjejer dan sering dijadikan tempat bersarang hama padi ditanggul sepanjang 1600 tersebut dapat dipotong. Namun, tidak semua hanya sebagian pohon yng dianggap mengganggu saja. "Kita beri jarakan setiap 30 meter sekali. Karena pohon harus tetap ada sebagai dukungan kita terhadap Go Green, masyarakat juga merasa terbantu," ujarnya.

Sementara menurut Joher waryono, petugas pintu air (PPA) Dinas PSDA berharap, agar pepohonan yang sudah terlanjur tumbuh besar di tanggul pengairan tersebut, tak semuanya dipotong. Karena pohon tersebut di tanam dalam rangka menyediakan lebih banyak oksigen untuk bumi. "Program itu berasal dari CSAR untuk program penghijauan," ungkapnya.

Dirinya meminta, agar pihak Desa Sukaraja beserta petani setempat untuk tidak memotong semua pohon tersebut. Dapat disisakan dengan jarak 30 meter setiap pohonnya, sesuai dengan kesepakatan awal antara dirinya beserta TNI dan beberapa perangkat Desa Sukaraja. "Ya saya harap sesuai kesepakatan kita tadi lah, jangan sampai pohon tersebut dibabat semua," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template