PKBM Tidak Takut Tersaingi SMA Terbuka - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PKBM Tidak Takut Tersaingi SMA Terbuka

PKBM Tidak Takut Tersaingi SMA Terbuka

Written By Admin Raka on Jumat, 31 Agustus 2018 | 16.30.00

TEMPURAN, RAKA - Pendaftaran SMA terbuka untuk tahun kedua ditutup 31 Agustus ini. Sekolah yang dulunya dinamai Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ini, disebut-sebut sempat menjadi ancaman Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang selama ini konsentrasi menggarap sekolah paket.

Meskipun demikian, keberadaan SMA terbuka yang diprakarsai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di 9 SMA induk di Karawang tersebut, tidak mempengaruhi jumlah siswa paket yang mendaftar ke PKBM. "Biarin saja mereka bikin SMA terbuka yang siswanya dibatasi maksimal 21 tahun usianya, jumlah siswa kita mah malah bertambah kok tahun ini. Paket saja mencapai 70 orang, bahkan ada yang sebelumnya ke SMA terbuka, pindah ke kita," Kata Pengelola PKBM Nurul Huda Purwajaya Tempuran, Dasir S.Pd.

Hal sama juga diungkapkan Ombi, Pengelola PKBM Nurul Husna Desa Pasirmukti Kecamatan Telagasari. Dirinya merasa heran, mengapa sekarang ini banyak sekali yang daftar ke Paket A, B dan C. Bahkan di PKBM yang dipimpinnya saja jumlahnya hingga mencapai 130 lebih. "PKBM sekarang sudah bukan lagi jadi alternatif, tapi memang pilihan utama di banding SMA," katnya. 

Sekretaris FPKBM Karawang Asep Lesmana mengatakan PKBM sekarang ini di Karawang benar-benar diperhitungkan, karena sistem pendidikan non formal yang sudah hampir menyamai formal ini sudah masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Bahkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan UNBK sekolah paket, juga dilakukan secara online. Lebih dari itu, ada hal yang membuatnya bangga, karena walaupun paket, sekolah non formal tanpa batasan usia ini, menyita perhatian orangtua, sampai-sampai dihari pertama masuk sekolah, biasa diantarkan oleh orangtuanya. "Kita sudah dapodik, PKBM juga banyak yang proses akreditasi, sistem PPDB dan UNBK juga sudah online," kata Asep.

Ia menambahkan, geliat PKBM atau sekolah paket, baginya lebih bagus dibanding SMA terbuka yang saat ini terbukti minim peminat walaupun pengelola SMA terbuka ini berikhtiar dengan bergerilya. Memang, keberadaan SMA terbuka yang solusinya untuk peningkatan SDM pendidikan adalah tujuan bersama dan tetap diapresiasinya, namun kenyataannya kejelasan pembelajaran melalui TKB dan lainnya ini masih tidak sebagus PKBM. " Ada pengaruhnya sih, tapi sedikit. Karena kita yakin PKBM lebih baik dibandingkan SMA terbuka," ucapnya.

Sementara Pengelola SMA terbuka Telagasari Hamim S.pd mengaku belum mengkonfirmasi kepada guru pamong, berapa siswa baru di SMA terbuka yang sudah daftar. Karena, diantara pendaftar diakui Hamim, memang ada beberapa yang masih pikir-pikir karena masa belajarnya harus sampai 3 tahun. "Kemarin ada yang pikir-pikir karena sekolahnya 3 tahun, ya sekarang kan semuanya tiga tahun," katanya.

Senada itu Pengelola SMA Terbuka Lemahabang, Dede Tarja S.Kom, mengatakan sebelum penutupan pendaftar yang masuk ke SMA terbuka baru 20 orang, itupun yang sudah mengembalikan berkasnya baru 15 orang saja. Selebihnya masih menyusul karena pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke desa-desa dalam rapat Minggon. "Insyaallah sampai akhir bulan ada penambahannya, yang baru daftar sekitar 20 orang saja," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template