Pingsan Setelah Divaksin Difteri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pingsan Setelah Divaksin Difteri

Pingsan Setelah Divaksin Difteri

Written By Admin Raka on Jumat, 31 Agustus 2018 | 12.00.00

TEMPURAN, RAKA - Jarum suntik ukurannya memang kecil. Tapi bisa membuat orang panas dingin, bahkan pingsan. Hal itulah yang terjadi di SMAN 1 Tempuran saat petugas Puskesmas Tempuran menyuntik vaksin difteri tahap dua kepada para siswa hingga guru, Kamis (30/8).
Selain ada siswa yang pingsan mendadak usai disuntik, juga tidak sedikit pelajar yang beralasan sakit mendadak untuk menghindari jarum suntik. Bahkan, guru-guru yang diarahkan untuk divaksin, partisipasinya juga hanya bisa dihitung jari.

"Tahap pertama mah enggak sampai kejang dan pingsan, takut doang sih. Jadi tangan dan jari-jari saya ini terasa keram kesemutan sampai akhirnya pingsan. Padahal saya sudah sarapan pagi," kata Anastasya Salam, siswi kelas XI IPS yang jatuh pingsan setelah divaksin.

Endra Wahyudi, Wakil Kepala SMAN Tempuran mengatakan, rencana vaksinasi ini sudah diketahui siswa sehari sebelum pelaksanaan. Akibatnya banyak yang tidak masuk sekolah. Dari 942 siswa hanya 80 persen saja yang hadir di ruangan kelas. "Rata-rata per kelas ada 2 hingga 4 anak yang absen karena sakit," ungkapnya kepada Radar Karawang.

Dia melanjutkan, ada juga siswa yang pagi hari hadir kemudian pulang, dan orangtuanya datang ke sekolah langsung memberikan surat keterangan izin sakit. "Kita banyak menerima surat izin dari siswa karena alasan sakit. Semoga alasan sakit itu benar adanya," ujarnya.

Bagi yang sakit atau izin, kata Endra, vaksinasi bisa tetap dilakukan siswa di puskesmas atau didatangi langsung oleh petugas. Sebab, jika tidak disubsidi oleh pemerintah, satu kali suntik vaksin harganya mencapai Rp 300 ribuan. "Vaksin ini penting," ungkapnya.

Bukan hanya siswa, menurut Endra, guru-guru juga sebenarnya diarahkan untuk disuntik difteri setelah semua siswa selesai. Namun, dari 48 orang guru, hanya 5 orang saja yang divaksin. Mereka beralasan tidak disuntik tahap pertama dan memilih untuk tidak melakukannya untuk tahap dua. "Saya berharap guru dan siswa yang tidak divaksin bisa menyusul," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template