Petani Rebutan Air - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Rebutan Air

Petani Rebutan Air

Written By Admin Raka on Senin, 27 Agustus 2018 | 12.00.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Kabupaten Karawang sempat dipuji Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, karena berhasil mengendalikan ancaman puso pada musim kemarau tahun ini. Itu dibuktikan dengan panen raya dan tanam kedelai di Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang, Kamis (23/8) lalu.

Namun, rupanya tidak demikian di Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. Petani di daerah tersebut justru merana. Tidak kurang 500 hektare sawah yang sudah ditanami padi mengalami kekeringan.

Petani Cilempung, Suwarna mengatakan, kondisi di wilayahnya sangat memprihatinkan. Bukan hanya kekurangan pasokan air, lahan pesawahan malah teraliri air asin dari laut Tanjungbaru. "Usia tanam yang baru seminggu hingga sebulan ini sedang membutuhkan air," ungkapnya kepada Radar Karawang, Minggu (26/8) kemarin.

Ia melanjutkan, kondisi tersebut membuat para petani geram. Akhirnya, mereka berbondong-bondong mendatangi pintu air Pendeuy, Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang, untuk mengecek debit air yang digelontorkan ke arah pesawahan di Pasirjaya karena selama ini air irigasi tidak mencukupi. "Pesawahan Pasirjaya berada di posisi golongan air paling ujung hilir, sawah yang ditanami varietas ketan, ciherang dan invari ini terancam gagal tanam," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta selain petugas penjaga pintu air Perum Jasa Tirta (PJT) bisa mengalirkan air dengan normal, juga mengecek distribusi air yang dikhawatirkan ada yang berbuat jahat untuk kepentingan lain-lain. Karena pihak pengairan mengaku debit air cukup tapi volumenya masih kecil. "Karena kering, kita bersama beberapa petani ontrog pintu air Peundeuy, untuk memastikan apakah ada yang main-main soal air yang digelontorkan sampai lambat masuk ke Pasirjaya," keluhnya.

Kades Pasirjaya Mahrus Umar mengatakan, 500 hektare lahan yang sudah ditanami padi mengalami kekeringan. Kondisi itu diduga ada permainan air sehingga pasokan dari hulu tidak maksimal sampai ke hilir. "Diduga ada rebutan air sehingga yang masuk ke hilir cenderung sedikit. Saya minta penanganan segera dari Dinas Pertanian maupun PJT soal ini," katanya.

Kepala PJT Karawang Suwondo membenarkan para petani Pasirjaya sempat mendatangi pintu air Peundeuy. Namun dia pastikan kondisinya saat ini sudah aman. "Sekarang sudah aman dan kondusif," singkatnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template