Petani Jadi Kuli Angkut Pasir Buat Makan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Jadi Kuli Angkut Pasir Buat Makan

Petani Jadi Kuli Angkut Pasir Buat Makan

Written By Admin Raka on Jumat, 24 Agustus 2018 | 14.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Tidak masalah bagi yang mendapatkan pekerjaan setelah alih profesi menjadi pekerja serabutan, namun bagi yang kurang beruntung mau tidak mau terpaksa mengolah kembali sawahnya. Cuma yang jadi persoalan, tanah yang akan diolah sudah keras keras seperti batu. Hal ini yang membuat petani di wilayah selatan Karawang jadi gamang.

"Kalau yang modalnya kuat tidak jadi masalah karena masih bisa menggunakan mesin sedot air untuk mendapatkan air. Tapi bagi yang tidak, ya seperti ini tanahnya jadi keras seperti batu sehingga sulit untuk ditanami," ucap Ali, pemilik sawah di Kampung Jaban, Desa Kertasari, baru-baru ini.
Ali mengaku sudah putus asa untuk mengelola sawahnya yang kering. Terlebih sejak dua bulan terakhir musim kemarau ini sama sekali tidak turun hujan. Sehingga tanah menjadi retak-retak. "Sudah sawah tidak bisa dicangkul pekerjaan sambilan pun sulit didapat. Jangankan untuk bertani buat kebutuhan sehari-hari saja kami sudah kesusahan. Makanya saya memutuskan untuk menjadi kuli angkut pasir," ucapnya.

Musim kemarau yang melanda wilayah selatan Karawang sejak dua bulan terakhir memang membuat tanah sawah menjadi keras. Setidaknya tercatat sekitar 79 hektare sudah sawah di daerah itu mengalami kekeringan. Biasa mengatasi kondisi seperti itu petani menggunakan mesin pompa air, namun tidak semua petani modal kuat untuk membeli mesin pompa.

"Boro-boro berpikir akan membeli mesin pompa air untuk kebutuhan sendiri saja pas-pasan. Pilihannya, ya mau gimana lagi, timbang kelaparan ya sedapatnya mengola kembali sawag yang kering," ucapnya. Hal itu, yang saat ini menjadi tekat sebagian petani di wilayah Telukjambe Barat untuk mengolah tanahnya jika turun hujan pertama. Cuma saja kapan hujannya turun, itupun hanya menjadi sebuah harapan.

Kendati demikian para petani optimis hujan akan turun bulan-bulan ini juga. Makanya sebagian petani di wilayah itu sudah melakukan persiapan tanamnya. Seperti diakui Engkur, petani asal Desa Wanajaya, Telukjambe Barat. Dia bersama teman-temannya para petani sepakat akan menanami sawahnya yang membatu dengan palawija. "Sawah di kita cuma butuh air sedikit saja untuk bisa ditanami. Makanya kita menunggu hujan turun agar tanah sedikit gembur untuk bisa dicangkul," ucapnya.

Meski begitu Engkur menambahkan, kalaupun hujan tidak turun, hal itupun sudah dilakukan pembahasan. Solusinya mereka akan membuat sumur bor untuk menarik air ke atas supaya bisa menyirami tanah yang kering kerontang. Sebelumnya Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah Pertanian Kecamatan Telukjambe Barat Abidin SP mengatakan sekitar 29 hektar sawah di wilayahnya mengalami kekeringan. Puluhan hektare sawah itu tersebar di Kampung Karadak, Babakan Tengah dan Kampung Wanajaya Kaler. "Saya menganjurkan selama musim kemarau ini agar petani menanami sawahnya dengan tanaman yang membutuhkan air sedikit dan kuat terhadap kemarau," ucapnya. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template