Personel Paskibra Sagara Menangis Masal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Personel Paskibra Sagara Menangis Masal

Personel Paskibra Sagara Menangis Masal

Written By Admin Raka on Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Suasana haru, bangga dan senang campur aduk sehingga membuat anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) Sagara Kecamatan Lemahabang menangis masal. Mereka saling berpelukan dan mengucapkan selamat begitu usai mengibarkan bendera di halaman kantor Kecamatan Lemahabang, Jumat (17/8) saat upacara HUt kemerdekaan.

"Terharu, karena saya sempat merasa memang ada kesalahan sesudah mengibarkan bendera tadi kita dimarah-marahi. Eh, ternyata itu bagian skenario. Padahal kita sukses mengibarkan benderanya," ucap Komandan Pleton Paskibra Sagara Lemahabang Gugun Gunawan, kepada Radar Karawang.

Dikatakan Gugun untuk mengibarkan bendera merah putih memang harus banyak proses dan didoktrin nasionalisme. Sebab, selain diberikan materi pelatihan baris berbaris (PBB) dan hentakan kerapihan dan kedisiplinan, juga diberikan pembinaan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah. Seperti Rawagede, karena di makam itu, dampak penjajahan yang membabi buta sudah membuat ratusan masyarakat setempat jadi korban tragedi kala itu. "Pelatih sangat tegas dan bersahabat, kita serius mengikuti setiap tahapan dan prosesnya, makannya kita semua terharu karena memang kerja kita bersama," katanya.

Pelatih Paskibra Sagara Lemahabang Niko Kosasih mengatakan pasukan pengibar di plot sebanyak 40 orang, terdiri dari kelas X dan XI SMAN 1 Lemahabang, selama proses memang ada yang malas latihan, absen dan susah diatur. Namun, tidak adanya jarak antara dirinya dengan pasukan membuat pelatihan dan proses karantina berjalan lancar.

Alhasil tangisan haru dan terseguk menjadi luapan kepuasan setelah proses panjang yang dilalui. "Mereka puas setelah melalui proses dan tahapan yang panjang, wajar mereka menangis tersedu," ucapnya.

Lebih jauh Niko menambahkan, pihaknya melakkan seleksi cukup ketat, namun memilih yang terbaik dan memiliki kemauan dan postur tubuh sesuai hingga kesehatannya. Pihaknya lebih banyak memberikan pendampingan kepada semua anggota Paskibra, karena teknis dibantu oleh senior-senior purna. Ia berharap, apa yang sudah menjadi kesuksesan saat ini, bisa selalu dikenang dan selalu berdampak pada tanggungjawab serta kedisiplinannya.

Karena, dalam Paskibra, bukan saja soal mentalitas dan pelatihannya saja, tetapi juga soal nasionalisme dan cara penghormatan pada bendera merah putih, dimanapun dan kapanpun. Karena, kewibawaannya, membawa satu sang saka saja, harus banyak perjuangan, pengorbanan dan tanggung jawab. " Dua Minggu kita tekankan pelatihan dan karantina, mereka semakin bertanggungjawab bahwa sang saka itu adalah suci dan sangat perlu penghormatan," Katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template