Perayaan Hari Kemerdekaan di Pedesaan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perayaan Hari Kemerdekaan di Pedesaan

Perayaan Hari Kemerdekaan di Pedesaan

Written By Admin Raka on Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11.30.00

KARAWANG, RAKA - Perayaan peringatan Kemerdekaan Indonesia, tahun ini lebih terasa di daerah. Upacara peringatan, karnaval, hingga aneka lomba dirayakan bahu membahu oleh masyarakat.

Di beberapa tempat, pelaksanaan peringatan HUT RI sudah digelar sehari sebelumnya. Di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, perayaan ulang tahun kemerdekaan sudah digelar sejak Kamis malam.

Masyarakat bersama aparat desa menggelar pengajian yang dipusatkan di balai desa. Kepala Desa Purwadana Endang Heryana mengatakan, pengajian dilakukan dalam rangka mensyukuri kemerdekaan. Acara pengajian juga digelar dalam rangka mengingat serta mendoakan para pahlawan yang telah gugur membela bangsa.

Kegiatan pengajian menyambut Hari Kemerdekaan juga digelar di Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan. Bahkan siang hari sebelumnya, sudah digelar berbagai perlombaan.
Puncak perayaan lebih terasa pada Jumat (17/8). Berbagai kegiatan dihelat masyarakat. Di Desa Cikalong, Kecamatan Cilamaya Wetan, acara karnaval cukup menyedot perhatian masyarakat. Pihak desa pun menyediakan panggung di depan balai desa.

Begitupun di Rengasdengklok, para pemuda membentangkan bendera berukuran raksasa berkeliling Rengasdengklok. Sehari sebelum puncak perayaan Hari Kemerdekaan.

Di Kecamatan Tegalwaru, warga mempersembahkan hasil bumi atau upeti yang dibawa dengan menggunakan 10 dongdang. Persembahan hasil bumi itupun diilai oleh tamu undangan, pada puncak acara HUT RI yang dilaksanakan di Kantor Camat Tegalwaru.

Kegiatan persembahan hasil bumi, merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan masyarakat di wilayah selatan Karawang. Hanya saja, saat ini persembahan hasil bumi itu dibawa oleh aparatur desa dan dilombakan.

Saat ini, persembahan tak hanya berisi hasil bumi, melainkan lauk pauk serta makanan yang dibuat oleh masyarakat secara bergotong royong. "Hasil bumi itu dinilai keunikannya dan hasil bumi yang menjadi primadona Seperti sayur mayur, lauk pauk, juga makanan khas daerah seperti terubuk dan sayur mayur lainnya," ujar Sekertaris Kecamatan Tegalwaru H Jumria.

Budaya kirim dongdang saat ini terbilang hampir punah seiring perkembangan jaman. Dulu, selain untuk persembahan adat atau kenegaraan, dongdang juga dikirim pada acara pesta pernikahan.
Jumria mengatakan, pada acara HUT RI, masyarakat dari setiap desa secara swadaya membuat dongdang dengan beragam bentuk dan ukuran. Pembuatan dongdang, bisa memakan waktu tiga hari. "Setidaknya semangat mereka tercurahkan dalam karya itu," terangnya.

Sebelum dibawa ke kantor kecamatan, dongdang yang telah dihias itu diarak mengelilingi wilayah desa masing-masing. Dia berharap, semangat gotong royong tetap terjaga. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template