Pembuatan Suket Bisa Tiga Minggu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pembuatan Suket Bisa Tiga Minggu

Pembuatan Suket Bisa Tiga Minggu

Written By Admin Raka on Rabu, 15 Agustus 2018 | 18.00.00

KARAWANG, RAKA - Masyarakat yang melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, baik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcatpil) maupun kecamatan agaknya harus bersabar untuk mendapatkan surat keterangan (suket) pengganti KTP tersebut karena persoalan penunggalan Nomor Induk Kependudukan.

Kasi Pengolahan data dan penyajian Data Disdukcatpi Karawang Haerachman menyampaikan persoalan itu, Selasa (14/8). Menurut dia, banyak keluhan mengenai pelayanan pembuatan dokumen kependudukan baik Disdukcapil maupun kecamatan. "Keluhannya hampir seragam yakni seputar masalah penunggalan nomor induk kependudukan," ucap Haerachman.

Demikianpun, Haerachman menyebutkan, terhadap persoalan itu tidak bisa ditudingkan kepada Disdukcapil maupun kecamatan. Karena untuk hal itu masalahnya justru ada di pusat. "Soal penunggalan nomor induk kependudukan masalahnya bukan di daerah melainkan di pusat, dan kita di daerah harus menunggu antrean," ujarnya.

Masih dikatakan Haerachman di Disdukcatpil Karawang, banyaknya keluhan soal penunggalan bukanlah hal baru sebab pelayanan soal perekaman KTP untuk mendapatkan penunggalan NIK itu harus bisa bersabar karena semua data yang masuk diseluruh Indonesia berpusatkan di pusat. "Saat ini masyarakat yang melakukan perekaman untuk bisa dapatkan suket itu harus menunggu dua sampai tiga minggu setelah perekaman," ujarnya.

Kata Haerachman untuk masyarakat yang setelah perekaman langsung mendapatkan Suket itu merupakan keberuntungan yang baik bagi pemohon dokumen tersebut. Sebab proses penunggalan NIK di KTP-e tidak bisa diprediksi cepat maupun lambat. "Penunggalan itu kadang cepat kadang juga lama. Sebab antrean yang masuk semuanya menuju ke pusat, bukan hanya dari Karawang tetapi se Indonesia," terangnya.

Bagi pemohon Suket pengganti KTP yang bersifatnya urgen, kata Haerachman, bisa menggunakan suket yang bersifat bukan sebagai pengganti KTP, tetapi Suket yang sifatnya menerangkan jika pemohon sudah melakukan perekaman. "Suket bisa keluar setelah dilihat data yang dilakukan pemohon apakah sudah dapat penunggalan atau belum. Jika sifatnya urgen bisa dibuatkan suket manual tetapi fungsinya terbatas. "Suket manual sifatnya pemberitahuan jika yang bersangkutan telah melakukan perekaman," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template