Pembangunan Rutilahu 2 Keluarga Terbengkalai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pembangunan Rutilahu 2 Keluarga Terbengkalai

Pembangunan Rutilahu 2 Keluarga Terbengkalai

Written By Admin Raka on Rabu, 15 Agustus 2018 | 19.00.00

BATUJAYA, RAKA- 2 pekan setelah dirobohkan, rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik 2 keluarga warga Dusun Telukampel 1, Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya dibiarkan terbengkalai oleh pihak pemborong. Hingga saat ini, hanya pondasi dengan besi selup sambungan yang nampak di tanah milik 2 orang warga tidak mampu tersebut.

Salah satu penerima manfaat rutilahu, Tamin (37), di bangunnya pondasi sejak 2 Minggu kemarin. Hingga saat ini tidak pernah disentuh lagi oleh pemborong. Sejak saat itu, ia terpaksa menggunakan rumah orang tuanya bersama kedua anak dan seorang istri yang sedang hamil. "Udah 2 Minggu begini aja, gak pernah disentuh-sentuh lagi," kata Tamin, kepada Radar Karawang.

Lebih parahnya, bahan bangunan yang akan digunakan untuk bangunan rutilahu tersebut dinilai tidak layak pakai. Seperti halnya pasir, balok kayu, dan cara pemasangannya pun berantakan. "Pasir menggunakan pasir kali, udah kaya pasir laut. Diremes pakai tangan aja ambrol. Yang lebih parah, pemasangannya juga kayak asal-asalan. Masa besi ceker ayam dipatahin, diganti besi selup yang cuma nempel doang," keluhnya.

Warga lainnya, Rohati (53), terpaksa menginap di rumah kakaknya bersama 2 anak yatim yang ia urus bersama menantunya. Kondisi kesehatannya yang sudah lemah dengan kaki setengah lumpuh, ia sangat berharap rutilahu yang ia dapatkan dari program Dinas PRKP tersebut dapat di selesaikan secepatnya. "Saya harap cepet diselesaikan, meskipun kaki udah pada sakit, kalau rumah sendiri mah kan enak," kata Rohati.

Sementara, Kepala Desa Karyamakmur, Hartasim mengatakan, 7 program rutilahu ia dapatkan untuk direalisasikan kepada warga yang memang membutuhkan. 4 diantaranya telah selesai, kualitasnya pun tak banyak dikeluhkan oleh penerima manfaat. "Yang 3 lagi, ini yang banyak dikeluhkan oleh warga saya. Karena pengerjaannya lambat dan tak pernah disentuh lagi," ujarnya.

Dikatakannya, hingga saat ini ia tidak tahu siapa yang mengerjakan rutilahu di desanya tersebut. Karena, tak pernah ada laporan atau sebatas izin kepada pihak pemerintah desa. "Saya gak tahu siapa yang mengerjakan, karena gak ada izin ke desa," jelas kades yang biasa di sapa Ipung tersebut.
Dirinya berharap kepada pihak pemborong, agar secepatnya menyelasaikan tugasnya dalam mengerjakan atau menyelesaikan rutilahu. Karena melihat kondisi warga yang dinilai sangat membutuhkan. "Saya harap segera diselesaikan," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template