Panitia Pilkades Ngaku Belum Terima Juknis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Panitia Pilkades Ngaku Belum Terima Juknis

Panitia Pilkades Ngaku Belum Terima Juknis

Written By Admin Raka on Rabu, 29 Agustus 2018 | 16.21.00

CIKAMPEK, RAKA - Meski tahapan Pemilihan Kepala Desa (pilkades) sudah dilaksanakan sampai pada tahap pemeriksaan berkas persyaratan di pelayana satu atap (yantap). Namun sampai saat ini, panitia pilkades belum menerima juknis pelaksanaan proses pilkades.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Hendi R Kartatmaja, Ketua Pilkades Cikampek Timur. Sampai saat ini, ia mengaku belum mengetahui dan menerima juknis pelaksanaan proses pilkades. Oleh karena itu, panitia belum mengetahui dan bisa menilai bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan selama proses pilkades tersebut berlangsung. "Kami belum mengetahui karena belum menerima juknisnya," kata Hendi kepada Radar Karawang, Selasa (28/8).

Saat ini, lanjut Hendi, panitia sedang menyelesaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan administrasi lainnya. Untuk masa kampanye dimulai setelah para bakal calon kades dinyatakan lulus ujian lisan dan tulisan. "Kalau sekarang di Cikampek Timur belum ada yang kampanye. Masa kampanye nanti tanggal 5,6,7 Nopember 2018," ujarnya.

Selama ini, panitia hanya mengacu kepada Peraturan Bupati No 57 Tahun 2018 tentang tata cara pemilihan kepala desa di Kabupaten Karawang. "Untuk sementara kami mengacu pada perbup itu, tapi belum ada peraturan yang menjelaskan mengenai bentuk-bentuk pelanggaran," ungkapnya.
Sementara Suhermawan, Ketua BPD Cikampek Timur menyampaikan, untuk juknis memang belum ada, karena statusnya baru bakal calon kades dan belum ditetapkan oleh DPMD sebagai calon. "Kita masih menunggu tembusan dari DPMD Kabupaten Karawang mengenai penetapan calon," ungkapnya.

Menurutnya, selama ini ia memperbolehkan kepada semua para balon kades untuk mensosialisasikan dan mengenalkan diri melalui silaturahmi-silaturahmi dengan masyarakat. Adapun bentuk pelanggaran, jika ada temuan salah satu atau beberapa calon yang mengintimidasi, baik itu kepada warga atau kepada para tokoh seperti Ketua RT, RT dan Kadus. "Jika ada yang silatirahmi kemudian mengenalkan bahwa dirinya sebagai calon kades ya tidak masalah, yang penting tidak ada intimidasi dari para calon. Jika ditemukan ada intimidasi dari calon kades yang memaksa untuk memilihnya, BPD akan menindak dan berkoordinasi dengan panitia pilkades," paparnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template