Pak Ogah Bilang Lampu Merah Minimalkan Macet - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pak Ogah Bilang Lampu Merah Minimalkan Macet

Pak Ogah Bilang Lampu Merah Minimalkan Macet

Written By Admin Raka on Kamis, 30 Agustus 2018 | 15.00.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Pemerintah Kecamatan Telukjambe Timur mengadopsi keluhan warganya agar Perempatan Jalan Raya Telukjambe dipasang lampu merah, guna meminimalkan kemacetan dan kecelakaan di ruas tersebut.

"Lampu merah untuk mengatur lalulintas supaya tidak macet, tanpa terkecuali di perempatan Jalan Raya Telukjambe. Tapi kewenangannya ada Dinas Perhubungan, untuk ini secepatnya kami akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan," ucap Kasi Trantib Kecamatan Telukjambe Timur Endang Sukari, baru-baru ini.

Endang mengatakan itu setelah mendapat keluhan warganya di Perempatan Jalan Raya Telukjambe selalu macet. Malah sering terlihat ada pengendara yang cekcok mulut gara-gara merasa berhak lebih dulu melintasi ruas perempatan tersebut. Meski diakui Endang kalau untuk kontak fisik belum pernah terjadi, tetapi bukan tidak mungkin dalam kondisi kesal bisa saja terjadi. "Jalan ini lalulintasnya tidak begitu padat, tapi perlu juga ada lampu merah untuk mendisiplin pengendara," tandas Endang.

Minimnya rambu-rambu lalulintas kerap menjadi alasan kemacetan selain rendahnya disiplin lalulintas pengendara. Selain perempatan Telukjambe, ruas lain rawan macet di wilayah Telukjambe Timur adalah Bunderan Galuhmas. Perempatan Jalan Raya Telukjambe sudah lama jadi langganan macet. Kondisi terparah terjadi pagi dan sore hari, bahkan hingga mencapai ratusan meter. Sampai saat ini warga masih berharap Dinas Perhubungan melakukan pemasangan lampu merah di perempatan tersebut. Sementara guna meminimalkan kemacetan warga berinisiatif sendiri.

Seperti diungkapkan Encim (43) petugas swadaya pengatur lalulintas Perempatan Jalan Raya Telukjambe, dirinya berinisiatif mengatur lalulintas karena kasihan kepada pengendara. Dia bersama sejumlah teman berusaha meminimalkan kemacetan agar tidak semakin parah. "Gantian menjadi pengatur lalulintas disini kang. Kalau bukan kita yang respon sebagai warga, siapa lagi," ungkap Encim.

Dia berharap Dinas Perhubungan memasang lampu merah di perempatan tersebut. Karena jika ada rambu-rambu lalulintas arus kendaraan bisa lebih teratur dan tidak terjadi penumpukan kendaraan justru di tengah perempatan karena pengendara berebutan jalan. "Petugas sebetulnya selalu ada tapi kan gak 24 jam, dan adanya saat jam-jam padat lalulintas pagi dan sore," ucap Encim.

Sementara Yasa (38) warga Kampung Bubulak, Desa Telagasari, sependapat jika lampu merah itu bukan saja untuk kebutuhan saat ramai saja, tapi untuk kondisi jalan tengah sepi. Diakuinya, diruas itu tidak jarang terjadi rebutan jalan untuk saling mendahului. Kalau di pagi hari pengawasan bisa di pantau polisi dan sore hari juga, akan tetapi di jam-jam lengang, tidak jarang terjadi rebutan dan sering memicu terjadinya pertengkaran. "Menurut saya kalau diberi lampu merah, itu bisa minimalkan kemacetan," ucapnya. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template