Nonton Sepakbola 'Kagugu' di Tempuran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nonton Sepakbola 'Kagugu' di Tempuran

Nonton Sepakbola 'Kagugu' di Tempuran

Written By Admin Raka on Rabu, 15 Agustus 2018 | 12.15.00

TEMPURAN, RAKA - Menjadi pejabat tak melulu harus serius. Ada kalanya, mereka juga menyalurkan bakat mereka. Berolahraga sekaligus melawak. Kok bisa? Ya bisa lah..

Momen turnamen sepakbola antar kampung biasanya ramai menjelang perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Namun di Tempuran, pertandingan sepakbola dibuat lucu. Semua pesertanya wajib mengenakan kostum wanita. Termasuk memakai bedak. Yang menarik perhatian masyarakat, para pemain terdiri dari camat, kapolsek, danramil, KUA, UPTD Pertanian, UPTD KB, hingga para pamong dari 14 desa.

Radar Karawang berkesempatan menyaksikan turnamen sepakbola yang digelar di lapangan Surya Kencana Desa Pagadungan Kecamatan Tempuran, Selasa (14/8).

Meski bukan pertandingan serius, namun hampir tiap desa menurunkan pegawainya. Desa Jayanegara misalnya, mengerahkan semua perangkat desanya. Mereka mengenakan daster dan menggunakan bedak selama bertanding.

Diantara mereka, ada yang membawa peralatan kecantikan istri masing-masing, ada pula yang membeli peralatan kecantikan mendadak. Yang jelas, selama pertandingan berlangsung penuh gelak tawa. Baik dari pemain maupun penonton.

Penyebabnya apalagi kalau bukan pakaian serta dandanan yang tak lazim mereka kenakan. Apalagi yang ikut serta para perangkat desa dan kecamatan.

Ketua panitia pelaksananya, Andi Rojali mengatakan, kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 itu diikuti para pegawai lintas instansi se-Kecamatan Tempuran selama sepekan terakhir.

Menurutnya, olahraga sambil lucu-lucuan itu juga dilakukan dalam rangka mencairkan suasana. Selain mengenakan daster, para peserta juga diwajibkan mengenakan peci dan sarung. "Ada yang mau disanggul, yang jelas kita wajibkan pakai daster dan make up, bahkan berkerudung," katanya.
Meski diseting lucu, namun turnamen "Kagugu" itu tetap menerapkan aturan. Diantaranya, luas lapangan yang digunakan hanya setengah lapangan biasa, membatasi jumlah peserta hanyanya 8 orang setiap tim, serta durasinya yang hanya 15 menit. Aturan lainnya, tim yang telah mendaftar namun tidak bertanding, akan didenda Rp 500 ribu.

Camat Tempuran Suwandi mengatakan, dia beserta unsur Muspika Kecamatan Tempuran lainnya ikut 'dikerjai' panitia. Meski camat, dia tetap wajib mengenakan kostum yang biasanya dipakai ibu-ibu. "Ini kan hiburan masyarakat, bukan di lapangan Surya Kencana Pagadungan saja, tapi buat semua masyarakat Tempuran," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template