Nasib Bayi Hidrosefalus Rania Sungguh Menyedihkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nasib Bayi Hidrosefalus Rania Sungguh Menyedihkan

Nasib Bayi Hidrosefalus Rania Sungguh Menyedihkan

Written By Admin Raka on Kamis, 02 Agustus 2018 | 13.30.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Menyedihkan nasib Rania Hidayatullah ini. Bayi berusia empat bulan ini mengidap penyakit hidrosefalus. Sejak menderita penyakit itu berat badan Rania terus merosot, hanya tampak kulit membungkus tulang. Bahkan, dengan selang disekujur tubuh sesekali Rania terlihat menangis menahan sakit. Saat ini, Rania dirawat di Ruang Rawamerta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

Bayi berusia 4 Bulan itu merupakan buah hati pasangan Yusup Hidayatullah (22) dan Nurhayati (20) warga Kampung Warung Doyong Utara RT 35 RW 08, Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok. Kepada Radar Karawang, Rabu (1/8), Yusup sudah pasrah dengan keadaan anak tunggalnya yang menderita hidrosefalus. "Kami sudah pasrah terhadap nasib anak kami. Tetapi kami akan terus berusaha untuk pengobatan anak kami sudah bisa sehat seperti anak-anak lainnya," tutur Yusup.

Sementara Nurhayati, ibunda Rania mengatakan Rania saat ini berusia 4 bulan dan badannya semakin kurus saja. Ia lahir di RSUD dan sejak lahir sebetulnya pihak RSUD sudah mengatakan kalau Rania menderita hidrosefalus. Rania sendiri sebetulnya pasien tetap RSUD cuma saja baik Yusuf maupun Nurhayat memiliki kendala operasional untuk biaya pengobatan Rania. Apalagi Yusuf hanyalah pegawai biasa di toko dengan penghasilan Rp 50.000 per hari.

"Anak saya sudah empat kali berobat ke RSUD, beruntung nya saya menjadi peserta BPJS. Cuma saja yang jadi kesusahan kami perihal kebutuhan Rania. Anak kami itu butuh susu. Kalau berat badannya ketika lahir 3 Kg namun sampai empat bulan ini kenaikan lamban, sekarang cuma 7, 4 Kg, padahal asupan susunya lumayan," ucap Nurhayati seraya berharap ada dermawan yang sudi meringankan beban mereka.

Saat dikonfirmasi Kepala Ruang Rawat Inap Rawamerta Hj. Yeti mengatakan pasien hidrosefalus Rania kondisinya memang amat mengkhawatirkan. Untuk itu dia berjanji akan memberikan pelayan terbaik bagi Rania. Dan, itu akan dilakukan dengan perawatan dan pengobatan secara intensif. "Pengobatan Rania di RSUD Karawang ini sudah yang ke empat kalinya. Awalnya masuk di ruang NICU namun karena sesuatu hal yang pihak rumah sakit tidak bisa menahannya pasien dibawa pulang. Tetapi alhamdulillah, orang tuanya sudah membawa kembali Rania ke RSUD," ucap Yeti. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template