Minta Tewas di Atas Becak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Minta Tewas di Atas Becak

Minta Tewas di Atas Becak

Written By Admin Raka on Jumat, 24 Agustus 2018 | 17.00.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Nahas betul nasib seorang kakek tua pengayuh becak, Minta (70), warga Dusun Jatipeureuh, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok. Saat sedang berusaha mencari nafkah, Minta menghembuskan nafas terakhirnya di tempat sehari-hari ia mangkal. Tepat di bangku penumpang becaknya sendiri, di Jalan Proklamasi depan Matrial Cahaya Intan, Desa Rengasdengklok Selatan, Kamis (23/8) kemarin.

Seorang juru parkir di salah satu bank dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP), Endang (32), mengatakan, kakek tua pengayuh becak tersebut ditemukan tak bernyawa oleh salah satu calon penumpangnya yang hendak menggunakan jasa Minta. Betapa kagetnya calon penumpang tersebut, karena disangka tidur, ternyata tukang becak langganannya itu telah meninggal. “Saya kaget ada ibu-bu teriak minta tolong. Setelah disamperin, ternyata tukang becak langganannya meninggal,” ujar pria berkulit gelap tersebut kepada Radar Karawang.

Selanjutnya, jasad Minta dibawa langsung oleh pihak Kepolisian Rengasdengklok ke rumah duka. Diketahui, selain usianya yang terlampau uzur untuk seorang tukang becak, Minta juga seorang yang mempunyai keluhan sesak nafas.

Dikatakan Kepala Desa Amansari, H Hanafi, dirinya mengakui jika tukang becak yang meninggal dibecaknya sendiri, merupakan warga Desa Amansari yang telah lama mengidap penyakit pernafasan. Karena dinilai urang mampu, Minta memaksakan diri untuk terus berusaha meskipun kondisinya kurang sehat. “Karena kebutuhan juga, jadi maksa untuk usaha,” katanya.

Sejak diketahui Minta tak bernyawa, pihak keluarga meminta agar jasad Minta dibawa ke rumah duka dan tidak dilakukan otopsi. Karena pihak keluarga meyakini jika kejadian yang menimpa Minta merupakan murni kecelakaan, atau takdir telah menjemput Minta di atas tempat usahanya sendiri. “Itu murni takdir, pihak keluarga meminta agar korban langsung di bawa ke rumah duka,” katanya.
Amad (48) teman sepropesi mengatakan, Minta seorang teman yang gigih dan tak banyak mengeluh dengan keadaanya. Hanya saja Minta juga sering bercerita tentang keluhannya tersebut. “Maklum sudah tua, saya turut sedih,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template