Menulis Masih Dianggap Kurang Penting - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Menulis Masih Dianggap Kurang Penting

Menulis Masih Dianggap Kurang Penting

Written By Admin Raka on Jumat, 03 Agustus 2018 | 17.20.00

PURWAKARTA, RAKA - Komunitas Literasi Sekolah Purbasari Purwakarta, tekankan budaya baca dan tulis untuk mengembangkan potensi, baik terhadap guru maupun siswa.

Cucu Agus Hidayat, Subbag Publikasi dan Informasi Komunitas Literasi Sekolah Purbasari Purwakarta mengatakan, kesulitan menulis disebabkan oleh beberapa faktor, baik secara sendiri-sendiri maupun terkait antarfaktor. "Penyebab tersebut antara lain, kurang berhasrat atau motivasi untuk menulis. Menulis dianggap kurang penting serta kurang bahan atau ide, lemahnya sistem kebahasaan, lemahnya penguasaan mekanisme menulis, tidak ada waktu luang, kurang frekuensi latihan, malu atau kurang percaya diri, kurang apresiasi, dan kurang mendukung sarana media tulisan," terang dia, saat dikonfirmasi wartawan.

Dia juga mengatakan, kegiatan menulis tidak dapat dikatakan lebih rendah kepentingannya daripada membaca, Demikian pula sebaliknya. "Keduanya tidak dapat dipisahkan sebagai aktivitas intelektual yang saling melengkapi. Bahkan, jika salah satu di antaranya mendapat penekanan berlebihan, maka akan muncul kekacauan intelektual dalam diri seseorang. Misalnya, dalam bentuk orasi, tiadanya sikap kritis, kemalasan berpikir, dan sebagainya. Apabila kita ingin meningkatkan minat baca, maka selayaknya kita juga berupaya menggiatkan budaya tulis," jelas dia.

Ditambahkannya, Komunitas Literasi Sekolah Purbasari Purwakarta sendiri meneyediakan bahan bacaan baik untuk umum maupun belajar, serta mengajarkan workshop menulis untuk siswa. "Menulis membimbing kerja motorik kita untuk berlatih dan menjadikannya budaya. Menulis juga akan menghasilkan ide-ide baru, mengatur gaya ungkap dan gaya linguistik secara tertib," paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, semoga kedepannya  dapat meningkatkan kapasitas literasi dan budaya literat baik untuk siswa maupun guru. "Guru sebagai tokoh penting di balik penanaman kemampuan literasi siswa harus literat. Jangan sampai guru jarang membaca dan menulis, tetapi menyuruh siswa untuk rajin membaca dan menulis. Siswa akan menjadikan guru sebagai role model dalam pembelajaran dan pembiasaan," pungkasnya. (ris)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template