Mantan TKI Dilatih Jadi Pengusaha - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mantan TKI Dilatih Jadi Pengusaha

Mantan TKI Dilatih Jadi Pengusaha

Written By Admin Raka on Kamis, 30 Agustus 2018 | 17.00.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Siapa bilang orang dengan latar belakang tuna aksara dan purna Tenaga Kerja Indonesia tidak bisa meningkatkan kesejahteraannya. Buktinya, ratusan penyandang prediket tersebut sukses menghasilkan karya-karya berkualitas dan punya nilai jual tinggi.

"Saya pastikan semuanya berasal dari kaum perempuan dengan latar belakangnya tuna aksara, purna TKI dan lainnya," ucap Ketua Yayasan Asolahiyah Heru Saleh, Rabu (29/8), saat berlangsung pameran Desa Vokasi di Desa Muktijaya Kecamatan Cilamaya Kulon. Selain tuna aksara dan purna TKI, mereka merupakan para janda dan ibu rumah tangga kurang mampu.

Heru mengatakan kegiatan pameran produksi hasil kerajian tangan para janda, tuna aksara, purna TKI dan ibu-ibu kurang mampu ini dibalut dalam Gebyar Gerakan Pembinaan dan Pendidikan Perempuan Mandiri (GP3M). Kerajinan yang dipamerkan dihadapan pejabat kementerian dan dinas pendidikan itu mulai hasil pemberdayaan pelatihan menjahit, tata boga, tata rias, tata sanggul, kuliner dan olahan makanan yang memanfaatkan potensi lokal Karawang.

Ditambahkan Heru, ditunjuknya Muktijaya sebagai Desa Vokasi ini sejak 3 bulan terakhir merupakan program Disdikpora Karawang yang pusatnya di PAUD Al Firdaus. Kegiatan itu melibatkan 200 peserta, baik dari lembaga kursus maupun berbagasi pembinaan. Diharapkan, dengan program GP3M, kaum perempuan di desa bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dengan cara mengangkat potensi lokal yang ada di Karawang, dan didorong juga menjadi produk unggulan Jawa barat. "Semua pesertanya perempuan, gebyar ini rentetan akhir dari Desa Vokasi yang sudah berjalan 3 bulan terakhir," ucapnya.

Government Relationship Ast Manager  PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field Rizki Vistiari mengatakan, sudah beberapa tahun terakhir pihaknya menjalin kemitraan dengan Yayasan Asolahiyah bahkan sejak PKBM sebelum menjadi PAUD Alam Al Firdaus dan PAUD Al Bayan di Muktijaya sebagai replikasinya. Pihaknya mendukung program dan kegiatan yayasan ini dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Karenanya, ia apresiasi produktifitas yang dihasilkan dari lembaga dan semua pihak yang sudah mempercayakan mitra binaan Pertamina EP ini, sebagai lokasi kegiatan. "Kita sudah bermitra dengan lembaga-lembaga binaan ini. Sebagai replikasinya kita terus pengembangan yang sifatnya untuk pemberdayaan masyarakat," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Karawang H Dadan Sugardan mengatakan, kegiatan GP3M ini diharapkan bisa jadi pionir di Karawang. Pihaknya
juga apresiasi kerjasama kemitraan Pertamina EP, ini bisa jadi contoh bagi perusahaan lainnya untuk lebih peduli pada pendidikan dan program-program pendidikan masyarakat.

Pemkab, diakui Dadan, memiliki keterbatasan dan ada sokongan dari perusahaan. Oleh karenanya, sambung Dadan, gebyar ini harus rutin digelar agar perempuan bisa semakin mandiri dalam hal ekonomi untuk membantu tambahan penghasilan suaminya. "Ini harus jadi contoh bagi yang lain, dimana perempuan bisa benar-benar berdaya dan menghasilkan produktifitas yang bisa diperhitungkan," katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, selain pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga nampak Dewan Pendidikan Karawang, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), LSM Perempuan Kepala Keluarga (Pekka), para ketua Koorwilcambidik, Penilik, ketua PGRI dan Forum Himpaudi Se Kabupaten Karawang. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template