Madrasah Tsanawiyah di Dengklok Lebih Diminati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Madrasah Tsanawiyah di Dengklok Lebih Diminati

Madrasah Tsanawiyah di Dengklok Lebih Diminati

Written By Admin Raka on Jumat, 03 Agustus 2018 | 14.15.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Adanya kekurangan jumlah siswa pendaftar di setiap Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya di wilayah Rengasdengklok bukan hal yang aneh. Pasalnya, para siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) lebih banyak memilih melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) ketimbang ke SMP.

Dikatakan Kepala Madrasah Al Khoeriyah, Iim Mutmainnah, MTs Al Huriyyah yang masih satu naungan keluarga dengan Al Khoeriyyah, terpaksa menolak siswa yang mendaftar ke MTs Al Huriyyah karena kelebihan kuota jumlah siswa. Pihak sekolah tidak dapat menerima semua siswa yang mendaftar karena kekurangan gedung sekolah. Terlebih, ada batasan jumlah rombongan belajar (Rombel) di SMP. "Dari pada tidak kondusif, mending kita sesuaikan dengan fasilitas sekolah," ujarnya, kepada Radar Karawang.

Jauh sebelum ini, lanjutnya, MTs memang menjadi pilihan kedua siswa setelah pendaftarannya gagal di SMP. Namun saat ini berbanding terbalik, mereka para siswa memilih MTs sebagai pilihan pertamanya masuk sekolah. Maka wajar jika ada pengurangan jumlah pendaftat di SMP, karena selain dibatasi perombelnya, siswanya juga lebih memilih melanjutkan pendidikan di MTs. "Kalau dulu MTs menjadi pilihan kedua, saat ini jadi pilihan pertama," ujarnya.

Sebelumnya, khususnya di wilayah 3 Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Rengasdengklok, hampir 80 persen SMP mengalami kekurangan pendaftar peserta didik baru. Angka penurunan pendaftar tersebut memang tidak signifikan, namun hampir semua SMP mengalami penurunan pendaftar. Diketahui, hanya SMPN 1 Kutawaluya dan SMPN 1 Rengasdengklok yang tetap stabil.

Dikatakan Kepala SMPN 1 Kutawaluya, H Daud Hudawi, dalam penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun sebelumnya, pihak SMPN 1 Kutawaluya hampir tidak bisa menerima semua pendaftar karena kelebihan kuota. Hal tersebut terjadi karena memang adanya pembatasan angka pendaftar dan jumlah siswa dalam setiap kelasnya yang hanya 32 siswa. “Saat ini ada penambahan jumlah siswa dalam kelas hingga 40 siswa, namun pendaftar lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Tapi untuk SMPN 1 Kutawaluya tetap stabil sih,” ujarnya.

Lebih lanjutnya, penurunan angka pendaftar tersebut terjadi hanya di tahun ini. Kemungkinan besar akibat banyaknya siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) yang lebih memilih sekolah berbasis agama, seperti MTs, pesantren, ataupun banyaknya sekolah yang berada di lingkungan tersebut. “Bagus juga, itu kan pilihan mereka dan orang tua. Yang penting anak-anak tetap mendapatkan haknya uuntuk terus bersekolah. Apalagi sekolah yang berbasis agama,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template