Madrasah Bolehkan Siswa Divaksin MR - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Madrasah Bolehkan Siswa Divaksin MR

Madrasah Bolehkan Siswa Divaksin MR

Written By Admin Raka on Selasa, 28 Agustus 2018 | 16.45.00

TELAGASARI, RAKA - Meskipun sempat menimbulkan kontroversi hukum dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebut haram karena ada unsur babi dalam proses produksinya, vaksin Measles Rubella (MR) tetap diperbolehkan disuntikan kepada anak sekolah. Malah rencananya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ghoyatul Jihad Telagasari akan menyelenggarakannya Rabu (29/8) besok.

"Kita ikuti saja Fatwa MUI, kan mubah hukumnya. Makanya, kita sudah siap saja anak-anak didik kita di vaksin MR Rabu nanti," ucap Kepala MTs Ghoyatul Jihad Drs H. Oyok Abdurahman kepada Radar Karawang, Senin (27/8). Menurutnya, selama ini baik vaksin Difteri, campak maupun Rubela biasa dilakukan kepada anak-anak tanpa paksaan. Karena, tim medis juga memberi keringanan penundaan kepada siswa yang sakit dan mendapat halangan.

Dengan kata lain, tidak ada kendala selama proses penyuntikan setiap tahun di madrasah. Begitupun MR saat ini yang akan menyasar 800 lebih siswa MTs Ghoyatul Jihad pada Rabu nanti, tidak ada alasan baginya untuk menolak program kesehatan pemerintah tersebut, apalagi MUI sudah menjamin hukum mubahnya atas vaksin tersebut. "Sudah ada yang jamin, kita sih terima saja gak ada masalah," katanya.

Oyok menambahkan, semua madrasah siap dan tidak ada komplain dan rencana penolakan vaksin MR tersebut. Lagi pula, bagi yang menolak, ada format khususnya melalui surat pernyataan ketidaksediaan yang ditandatangani orangtua/wali murid. Yang jelas, pihak Madrasah sebelum anak disuntik diberikan himbauan agar sehat dan lebih dahulu sarapan, agar pasca divaksin tidak ada efek samping. "Saya pikir semua madrasah juga menerima MR, gak ada masalah dan rencana komplain tuh," ucapnya.

Senada dikatakan Kepala SMAN 1 Telagasari H. Wayat Hidayat S.Pd, di sekolahnya, anak-anak belum di vaksin MR. Baginya tidak ada alasan penolakan vaksinasi MR di sekolah nantinya. Karena kapanpun, demi kesehatan siswa, pihaknya siap-siap saja, jenis dan produk vaksin apapun atas lisensi MUI dan juga medis yang bisa dipertanggungjawabkan. "Belum ada jadwal, yang jelas kita mah siap saja, gak ada masalah," ungkapnya.

Sementara Kepala Puskesmas Telagasari Asep Saepul Bahri mengatakan selama pelaksanaan outbreak response immunization (ORI), pihaknya tidak menemukan Sekolah  yang menolak vaksin, hanya saja diakui Asep, ada beberapa siswa yang tidak diizinkan orangtuanya untuk di vaksin. Itu boleh dilakukan asalkan pihak yang menolak itu membuat surat pernyataannya.

Untuk jumlahnya sendiri, sambung Asep, ia belum tahu karena belum direkap semuanya karena baru hari Senin ini kegiatan ORI terakhir. "Tidak kita temukam ada sekolah yang menolak vaksin, ada beberapa siswa yang menolak karena adanya pertimbangan lain," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template