Mabuk Panas, 50 Orang Pingsan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mabuk Panas, 50 Orang Pingsan

Mabuk Panas, 50 Orang Pingsan

Written By Admin Raka on Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11.00.00

KARAWANG, RAKA - Tidak kurang dari 50 peserta upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-73 pingsan. Mereka tak tahan melawan teriknya sengatan matahari saat mengikuti pengibaran Sang Merah Putih di Lapang Karangpawitan, Jumat (17/8).

Sejumlah peserta upacara yang ditemui Radar Karawang mengaku lemas karena terlalu lama berdiri menunggu pelaksanaan upacara. "Saya maksakan ikut, tahunya tidak kuat. Kalau pingsan sih tidak, tapi lemes kaki sayanya, lama benget mulainya," ujar salah satu peserta upacara, Luki Mustofa Fattah (15).

Siswi SMAN 4 Karawang ini mengaku, sekalipun punya tekad kuat untuk bisa menghormat kepada Sang Merah Putih, namun akibat terlalu lama berdiri membuatnya nyerah. "Saya di sini dari pukul 6.30 WIB pagi, tahunya pelaksanaannya jam 09.00 WIB," katanya.

Kata Luki, rekan-rekan pelajar lainnya yang pingsan atau menepi dari lapangan, umumnya tidak kuat menahan rasa sakit kaki akibat terlalu lama berdiri di Lapangan Karangpawitan. "Saya jadi merasa kasihan sama yang lainnya. Kalau bisa pagi juga pelaksanaannya pukul 7.00. Kalau sarapan tadi juga dikasih roti sama air mineral saja," terangnya.

Peserta upacara lainnya, Sodikin (19) juga mengaku menyerah dan tumbang di lapangan lantaran terlalu lama berdiri menunggu pelaksanaan pengibaran upacara bendera. "Saya makan udah tadi, tapi tetap aja badan lemes semua. Pelaksanaan upacara terlalu lama dimulainya," teran mahasiswa STMIK Rosma itu.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr Eneng Sukmayanti mengatakan, banyak peserta upacara peringatan hari jadi kemerdekaan Indonesia yang ke-73 yang pingsan. "Yang pingsan hampir 50 lebih dari data yang masuk," ujarnya.

Rata-rata kata Eneng, akibat tidak kuat berdiri terlalu lama. Umumnya pelajar tingkat SMP. Rata-rata mereka datang terlalu pagi, sehingga terlalu lama berada di lapangan. "Mereka datang lebih pagi, rata-rata belum sarapan. Dikasih oleh guru-guru tapi tidak dimakan. Yang pingsan paling banyak di SMP. SMA ada, kalau SD itu tidak ada. Namanya anak-anak mungkin kena panas jadi lemes, kita dari panita sudah kerahkan tim medis," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia merupakan momentum bagi generasi muda untuk menghargai sejarah, serta menghargai proses perjuangan para pahlawan bangsa.

Dia juga meminta masyarakat Karawang agar menghargai jasa para pahlawan. "Merayakan kemerdekaan Indonesia dengan sebaik-baiknya dengan cukup berperilaku baik, tidak menjelekan satu samalain sebagai bangsa. Kita bersatu gotong-royong dan menghargai kebersamaan sebagai bangsa yang kuat, bangsa Indonesia," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template