Laut Cilamaya Simpan Harta Tenggelam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Laut Cilamaya Simpan Harta Tenggelam

Laut Cilamaya Simpan Harta Tenggelam

Written By Admin Raka on Senin, 20 Agustus 2018 | 12.45.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Diam-diam laut laut Cilamaya bukan saja menjadi lumbung biota laut, tetapi juga menyimpan beragam nilai estetika. Saking kayanya, hal itu menjadikan laut Cilamaya dipilih jadi kawasan Eco Wisata Bahari Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dalam beberapa tahun kedepan.

Asda II Bidang Pembangunan Drs Ahmad Hidayat mengatakan Karawang memiliki potensi laut luar biasa hingga mencapai 83 mil, dari Pakisjaya sampai Muara Kecamatan Cilamaya Wetan. Selain melintasi 23 desa pesisir sangat potensial dijadikan sumber penghidupan masa depan bangsa. "Jika tambaknya dikelola dengan baik, kemudian pemberdayaan masyarakatnya melalui tanam mangrove di kawasan bibir pantai hingga garam dan hasil tangkapan lautnya, ini akan mampu memasok kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan ekonominya," ujar Ahmad.

Belum lagi sebut Ahmad, lepas pantai di Karawang ini ada Benda Muatan Kapan Tenggelam (BMKT) yang bersejarah, karenanya, ia meyakini suatu saat pantai di Karawang, khususnya Cilamaya ini akan menjadi pengembangan pusat dan daerah yang akan dikenal bukan saja nasional bahkan dunia. Dasar itu cukup beralasan sebut Hidayat, sebab, BMKT ini nanti kawasannya akan dibuat di wilayah Tangkolak Desa Sukakerta. Sehingga, bukan tidak mungkin kedepan akan banyak lalu lalang kapal internasional untuk melihat BMKT secara estetikanya dibawah laut Karawang ini. "Lepas pantai Kita banyak BMKT, bahkan KKP sudah tetapkan Tangkolak ini jadi pusat kawasan BMKT," ungkapnya.

Ahmad menambahkan, kenapa di laut Karawang banyak BMKT, ini mungkin jadi alasan orang luar negeri dahulu kala melihat bahwa laut di Cilamaya atau laut Jawa ini sangat kaya, sehingga banyak peninggalan benda-benda bersejarah lintas negara yang tertinggal dibawah dasar laut Cilamaya. Untuk itu, Karawang yang merupakan wilayah Gunung, Industri dan Pertanian, kedepan juga semakin moncer sektor kelautannya. "Banyak BMKT sebab mungkin sudah dari dulu laut kita itu jadi incaran dunia," katanya.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Bramantyo Purwadi mengatakan, dari pantai seluas 83 mil, Karawang memiliki banyak hamparan kekayaan laut. Bahkan, ia mendengar, 1 hektare diantaranya masih memiliki koral yang murni dan alami. Sehingga, bukan tidak mungkin kedepan bisa diperluas lagi tanpa gangguan sampah-sampah di dasar laut. "Kita sedang rumuskan pantai Tangkolak ini menjadi kawasan BMKT, syaratnya ya jaga lautnya," ucapnya.

Kades Sukakerta H. Buchori mengatakan pihaknya mewakili warga Dusun Tangkolak mengapresiasi upaya dan rencana kebijakan KKP atas Dusun Tangkolak ini yang diyakininya akan semakin maju. "Selamat datang di Tangkolak, kita sangat menantikan Pak Dirjen dan programnya. Kami sambut hangat kedatangan pak Dirjen di pesisir ini," pungkasnya

Aktivis lingkungan pesisir Wanosuki mengatakan hadirnya BMKT di laut Karawang, dapat dijadikan alternatif bagi para penyelam dunia bisa datang ke Karawang. Alasan pertama, adalah nilai estetika, sebuah kapal yang tenggelam akan menjadi tempat bagi tumbuhnya biota laut yang indah. Selain itu, kapalnya pun akan menjadi daya tarik sendiri, apabila muatannya berisi barang-barang antik bersejarah. Kemudian, daya tarik kedua adalah nilai sejarah dari kapal itu. Misalnya, kapal yang tenggelam akibat peperangan atau peristiwa perompakan yang kerap terjadi di masa lalu. "Pusatnya memang nanti di Tangkolak ini, yang akan jadi kawasan BMKT," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template