Kepala Sekolah Tolak Vaksin MR - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kepala Sekolah Tolak Vaksin MR

Kepala Sekolah Tolak Vaksin MR

Written By Admin Raka on Sabtu, 25 Agustus 2018 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan vaksin measles dan rubella yang mengandung unsur babi, membuat sejumlah sekolah menolak untuk melanjutkan program vaksinasi. Ada pula sekolah yang masih ragu-ragu.

Alasan yang paling banyak dikahawatikan para kepala sekolah, tidak ingin jika siswanya harus disatubadankan dengan unsur haram.

Bambang Pranowo, Ketua Yayasan Gema Cendikiawan Indonesia (YGCI) meminta, pemerintah harus bertanggungjawab atas hal tersebut, karena sejak awal program vaksinasi MR dilakukan terkesan ditutup-tutupi.

"Masyarakat seperti diperdaya melalui ketidaktahuannya oleh pemerintah dengan tidak memberikan informasi secara transparan. Dan itu menurut saya sebuah kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Bambang.

Dengan tegas, dia menolak vaksin yang dapat mencegah campak dan penyakit menular lainnya diberikan kepada siswanya. Karena menurutnya, sudah cukup jelas dengan yang difatwakan oleh MUI, bahwa vaksin MR itu mengandung babi dan hukumnya haram. Begitupun sisi manfaat dan madaratnya vaksin tersebut bagi siswa, menurutnya mesti melalui pengkajian ulang. “Pemerintah harus mencari solusi lain,” tandasnya.

Senada dengan Bambang, Kepala SDN Kampungsawah 3 Sutarman mengaku, sebelumnya dia tidak tahu jika vaksin tersebut mengandung unsur babi. Namun setelah mengetahui faktanya, dia juga menolak vaksin MR masu ke lingkungan sekolahnya. “Kalau tahu seperti itu saya tolak,” ujarnya.
Menurutnya, sisi madarat yang menjadi alasan Dinas Kesehatan agar siswa divaksin MR membuatnya berpikir kembali. Dia hanya meyakini jika madarat yang dimaksud yaitu tingkat bahaya yang tinggi, bahkan dapat menyebabkan kematian jika anak atau siswanya tidak mendapatkan vaksin.
Selain itu, perbandingan jumlah siswa yang akan kena dampak penyakit campak jika tidak divaksin belum menandakan adanya bahaya yang mengancam. “Misalkan dari jumlah 100 orang siswa, 10 orang meninggal karena tidak vaksin. Itu boleh lah kategori darurat. Saat ini kan tidak banyak korban,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala SMPN 1 Rengasdengklok Asma belum dapat memberikan jawaban pasti. Meskipun, Senin (27/8) lusa, siswanya akan divaksin, dia lebih memilih untuk mendiskusikannya terebih dulu dengan para wakil kepala sekolah dan Dinas Pendidikan sebelum mengambil tindakan boleh atau tidaknya vaksinasi MR dilakukan di sekolahnya. “Terkait ini, kita musyawarahkan terlebi dulu dengan para wakil kepsek dan Dinas Pendidikan,” ucapnya.

Kepala Puskesmas Kutawaluya dr Nurmala Hasanah mengaku akan terus melaksanakan vaksin ini ke tiap-tiap sekolah. Mengingat, program ini merupakan titah dari dinas kesehatan yang harus dijalankan. “Kita hanya melaksanakan tugas dari dinkes,” ungkapnya.

Di tempat berbeda, Ketua PC NU Karawang Ahmad Ruhyat Hasby mengatakan, vaksin MR dapat diteruskan kepada para siswa meskipun mengandung babi. Dengan alasan darurat dan belum ada vaksin lain sebagai penggantinya. Karena yang menentukan kondisi darurat adalah pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya. Dalam kasus ini ahli kimia yang paham tentang isi vaksin itu sendiri. “Selama itu betul-betul dinilai madarat dan belum ditemukan vaksin lain yang halal, vaksin boleh dilanjutkan. Karena keadaan darurat bisa dan membolehkan semua hal yang diharamkan,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template