Jatah Karawang Cerdas Masih Rp 5 Miliar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jatah Karawang Cerdas Masih Rp 5 Miliar

Jatah Karawang Cerdas Masih Rp 5 Miliar

Written By Admin Raka on Jumat, 31 Agustus 2018 | 12.15.00

KARAWANG, RAKA - Melayani anak putus sekolah lewat pendidikan non formal butuh kerja keras. Selain tidak mudah dan tidak murah, tenaga pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga masih dipusingkan dengan pemenuhan kebutuhan internalnya.

Maklum, Pemerintah Kabupaten Karawang lewat program Karawang Cerdas baru bisa mengucurkan anggaran Rp 5 miliar per tahun untuk pendidikan non formal. Itupun pencairannya tergantung dari berapa banyak siswa yang belajar di PKBM. Satu orang siswa diberi bantuan Rp 1 juta per tahun. Artinya, semakin banyak siswanya, maka semakin besar bantuan yang akan diterima oleh PKBM.

Ketua Forum PKBM Karawang Heru Saleh mengatakan, PKBM yang mengelola ratusan warga belajar mulai Paket A hingga Paket C, tidak ada honorarium atau operasional secara khusus kecuali dari Karawang Cerdas. Itupun besarannya hanya Rp 1 juta per siswa per tahun. Dari dana tersebut, belum semua PKBM bisa mengcover kebutuhan internalnya. Apalagi dengan jumlah warga belajar yang tidak sebesar sekolah formal lainnya. Karena selain dipotong honor guru, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer dan operasional lainnya juga hanya mengandalkan anggaran itu saja. "Hidup matinya PKBM ini yang kita andalkan hanya Rp 1 juta per siswa per tahun dari Karawang Cerdas," katanya kepada Radar Karawang, Kamis (30/8) kemarin.

Ia melanjutkan, Pemkab Karawang harus berani melakukan terobosan dengan meningkatkan kesejahteraan para pengajar PKBM, karena hingga saat ini berbagai prestasi sudah diraih. "Uang Rp 1 juta itu untuk operasional saja habis, belum UNBK dan lainnya," kata Pengelola PKBM Asolahiyah Kecamatan Cilamaya Kulon yang terpilih jadi asesor PKBM Nasional ini.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Dadan Sugardan mengatakan, bantuan PKBM masih tergantung dari jumlah siswa yang ada. Setiap siswa diberikan bantuan Rp 1 juta per tahun. "Angka itu jika dikalikan setahun mencapai Rp 5 miliar," ujarnya.
Setiap tahun, kata Dadan, minat masyarakat mengikuti pendidikan non formal ada peningkatan. Itu terlihat dalam daftar ujian paket setiap tahun yang selalu meningkat. "Walaupun nonformal, sekolah paket ini sekarang Dapodiknya jelas. Bukan lagi pendidikan instan. Sekarang daftar, besok dapat ijazah," ujarnya.

Ia melanjutkan, muara pendidikan nonformal adalah untuk meningkatkan IPM Karawang. Itu terbukti dengan naiknya posisi Karawang dari 16 menjadi 14 di Jawa Barat. "Kita baru bisa berikan Rp 5 miliar dalam Karawang Cerdas, termasuk kesetaraan dan guru PAUD di tengah segala keterbatasan anggaran yang ada," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template