Ini Aturan Nikah di Bawah Umur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ini Aturan Nikah di Bawah Umur

Ini Aturan Nikah di Bawah Umur

Written By Admin Raka on Sabtu, 11 Agustus 2018 | 14.45.00

CIKAMPEK, RAKA - Nikah di bawah umur pada dasarnya tidak diperbolehkan. Namun jika dalam kenyataanya ada warga yang masih di bawah 18 tahun tetapi akan melangsungkan pernikahan, maka harus mendapatkan izin atau dispensasi dari pengadilan agama terlebih dahulu.

H.D Munawwar, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikampek menyampaikan, tidak pernah ada yang menikah di bawah usia yang sudah ditentukan. Karena ketika ada yang di bawah umur, Sistem Nikah (Simkah) juga menolak. Begitupun juga dengan idah, ketika waktunya kurang simkah akan menolak. Jika ada yang hendak menikah di bawah umur, salah satu syaratnya harus menggunakan dispensasi dari pengadilan agama. "Setelah ada ketetapan dari pengadilan agama, baru kami bisa melaksanakan apa yang menjadi hajat masyarakat," terang Munawwar saat ditemui di tempat kerjanya, Jumat (10/8).

Sementara saat disinggung menganai biaya nikah, ia menyampaikan, biaya nikah itu hanya cukup mengeluarkan uang Rp600.000 bahkan ada juga yang tanpa biaya sama sekali. Hal itu tertuang dalam PP Nomor 28 Tahun 2014. Jika menikah di KUA maka tidak ada biaya sama sekali. Tapi jika menikah di luar KUA, di luar jam kerja atau di hari libur, ada biaya Rp600.000 yang disetorkan langsung melalui rekening bank. "Sebenarnya nggak ada biaya nikah, yang ada itu biaya pencatatan. Itupun langsung ke bank, KUA sama sekali tidak menerima uang tunai," kata

Menurutnya, selama dua bulan terakhir tercatat 114 pasangan yang melangsungkan pernikahan di wilayah Kecamatan Cikampek, dan di bulan Juli lalu, ada satu pasangan yang melangsungkan pernikahan di KUA. "Bulan kemarin ada 1 pasangan yang menikah di kantor, secara otomatis itu tanpa biaya atau nol rupiah. Sebenarnya nikah itu nggak ribet dan nggak mahal, yang mahal itu biaya resepsinya. Prosedurnya hanya melengkapi persyaratan yang ditandatangani oleh kepala desa, kemudian melampirkan berkas seperti KTP, KK, ijazah dan foto yang bersangkutan ukuran 2x3 sebanyak 4 lembar," paparnya.

Informasi tersebut, lanjut Munawwar, sering disosialisasikan kepada semua masyarakat melalui minggon desa atau minggon kecamatan. "Saya sering sosialisasikan, bahkan melalui kegiatan masyarakat seperti acara maulid nabi atau acara-acara lain. Prinsip pelayanan disini yasirruu wala tuassiruu, Permudah dan jangan Kau persulit, Bassiruu wala tunaffiruu, Bahagiakan dan jangan Kau buat mereka susah. Tapi tentunya di atas aturan yang sudah ditetapkan," ujarnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template