Guru Dilarang Beri PR kepada Siswa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Guru Dilarang Beri PR kepada Siswa

Guru Dilarang Beri PR kepada Siswa

Written By Admin Raka on Rabu, 01 Agustus 2018 | 16.00.00

TELAGASARI, RAKA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membuat surat edaran larangan memberi tugas Pekerjaan Rumah (PR) kepada siswa. Namun, larangan tersebut menuai polemik dilingkungan pendidikan karena dianggap berlebihan.

"Bingung saya mah, mengapa PR harus dilarang," ucap tokoh pendidikan Kalam Sukawijaya yang juga mantan Kepala UPTD Kecamatan Telagasari, Selasa (31/7). Kalam menilai larangan membuat PR bagi guru, menurutnya malah menambah keleluasaan siswa bermain dan bergaul negatif diluar sekolah. Justru dengan adanya PR, sebut Kalam, siswa bisa mengurangi waktu bermain lebih lama, karena ada tugas yang harus dikerjakan dan untuk dilaporkan kepada guru di sekolah.

Kalam malah mempertanyakan  kebijakan Menteri Pendidikan saat ini yang melarang guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa. Sebab, selama batas wajar, Kalam merasa PR merupakan hal mestinya ada tanpa membebani berlebihan kepada siswa. Lagi pula, waktu bermain siswa di luar sekolah, jauh lebih panjang ketimbang di sekolah, apalagi dengan ada PR ini, juga lebih mengakrabkan antar anggota keluarga terhadap anak-anaknya untuk menjadi guru di rumahnya.

Sementara Pengawas Koorwilcambidik Kecamatan Telagasari Ade Taryana mengatakan surat larangan membuat PR bagi guru pada siswa belum diterima pihak Kecamatan. Tetapi yang jelas, guru sampai saat ini masih normal saja memberikan materi KBM, termasuk PR. Karena, menurutnya, PR yang membebani memang harus dilarang, seperti tugas-tugas berlebihan dengan soal yang sampai lebih dari 20 item misalnya, tapi kalau PR hanya memberi tugas ringan-ringan saja, maka tidak semestinya ada larangan. "Surat edarannya juga belum sampai, guru ya seperti biasa saja dalam kegiatan belajar mengajar," katanya.

Sedang Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Karawang Kiki Nugraha mengatakan hal serupa. Membuat PR adalah tradisi yang sudah ada disepanjang kurikulum Indonesia. Namun, keluarnya larangan tersebut, pihaknya menyayangkannya. Selama tidak membebani PR berlebihan, memberi tugas berupa PR adalah hal wajar saja, karena setidaknya tidak mengurangi waktu main yang masih panjang.

Meskipun demikian, kebijakan yang tanpa sanksi tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, karena selama ini tidak ada sanksi secara rinci apa yang akan dijatuhkan jika guru tetep ngotot memberikan PR. "Hanya surat edaran tanpa rinci apa sanksinya, jadi memberi tugas dengan batasan wajar saja, selama tidak membebani yang berlebihan," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template