Gedung Sejarah Banyak yang Hilang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gedung Sejarah Banyak yang Hilang

Gedung Sejarah Banyak yang Hilang

Written By Admin Raka on Rabu, 29 Agustus 2018 | 16.10.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Forum Pemuda Peduli Sejarah Karawang (FPPSK) adakan bedah buku Rengasdengklok Undercover, di bekas kantor Kewedanaan Rengasdengklok, Minggu (26/08). Tujuannya untuk menguji kebenaran fakta materi narasi yang tersusun. Juga, menjadi bahan diskusi terkait nilai-nilai kesejarahanya. Dari diskusi ini, terkuak bahwa ada sejumlah bangunan bersejarah di Rengasdengklok yang tidak terawat bahkan hilang.

Penulis buku Membongkar Sejarah Karawang, Asep R Sundapura mengatakan, narasi yang disusun di buku Rengasdengklok Undercover memiliki kesamaan dari apa yang diketahui olehnya. Meski berbeda dari segi istilah fase atau masa dan sumber yang ambil. Seperti yang telah dituliskan terkait asal-usul nama Rengasdengklok yang sebenarnya dalam narasi sejarah penulisan Rengasdengklok itu harusnya dipisah antara Rengas dan Dengklok atau Rengas Dengklok. Selanjutnya, mengenai peristiwa 16 Agustus 1945, bekas kantor Kewedanaan Rengasdengklok adalah lokasi yang sangat bernilai sejarah. "Hal tersebut sudah diceritakan oleh berbagai saksi hidup di Rengasdengklok," paparnya.

Hal yang sama diungkapkan juga oleh Abah Amat, pria yang lahir pada tahun 1938 itu mengatakan, tidak ada gedung sejarah saat ini selain Kewedanaan. "Karena lokasi tersebut terjadi penurunan bendera Jepang pertama," tutur pria yang juga saksi hidup peristiwa 16 Agustus 1945 silam.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan FPPSK, Yuda Febrian mengungkapkan, buku yang tersusun adalah hasil dari kolaborasi para pemuda sebagai wujud kepedulian terhadap sejarah di Karawang. Dan buku tersebut sebagai kritikan terhadap Pemkab Karawang terkait kurangnya perhatian terhadap nilai-nilai sejarah di Karawang. "Salah satunya, hilangnya beberapa gedung sejarah seperti Gedung Jangkung, terbengkalainya kantor Kewedanaan dan tidak adanya perlindungan terhadapnya," keluhnya.

Dia meminta, Pemkab Karawang harus segera menetapkan status terhadap kantor Kewedanaan. Dan diharapkan pengelolaannya harus sesuai dengan peraturan yang ada dan bukan sekedar untuk meraup keuntungan melainkan menjadi media edukasi bagi masyarakat. "Siapa pun yang mengelola kantor Kewedanaan nanti, diharap bisa melibatkan masyarakat khususnya komunitas-komunitas yang ada di Rengasdengklok. Khususnya sebagai media edukasi dan juga ruang diskusi bagi masyarakat Rengasdengklok," tambah, Yuda.

Di tempat yang sama, Nurul Ilmi, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Karawang mengatakan, pelestarian sejarah ini sangat penting dan ini harus dilestarikan. "Sejarah memberikan kepada seseorang lebih sekedar informasi, ia menyusun cara berpikir seseorang saat ini dan menentukan langkah pada masa yang akan datang." pungkasnya. (asy)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template