Gara-gara Takut Diotong, Sapi Kurban Berontak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gara-gara Takut Diotong, Sapi Kurban Berontak

Gara-gara Takut Diotong, Sapi Kurban Berontak

Written By Mang Raka on Kamis, 23 Agustus 2018 | 14.30.00

KARAWANG, RAKA - Meski sempat berontak dan terlepas dari tambang yang mengikatnya, sapi kurban warga di Perum Karawang Sakinah Village akhirnya menyerah juga setelah penjagal turun tangan dan menumbangkan sapi tersebut. Hanya dalam hitungan detik sapi itupun pasrah dan rela untuk disembelih sebagai hewan kurban.
Sebelumnya sapi sempat menyibukkan panitia kurban untuk menjinakkannya, termasuk dua tentara yang ikut membantu setelah tambang pengikatnya terlepas dari batang pohon dipinggir lapangan perumahaan itu. Untungnya panitia yang semula sempat panik menyaksikan sapi berusaha kabur dari lokasi penyembelihkan cekatan dan cepat mengamankan sapi meski dilakukan dengan susah payah.
"Sapinya takut disembelih barangkali makanya berontak," ucap Umar, anggota panitia kurban. Umar mengatakan ikut sebagai ungkapkan rasa gelinya karena baru kali itu, selama bertahun-tahun menjadi panitia kurban menyaksikan ada hewan kurban yang berontak ketika akan disembelih. Tetapi beruntung petugas penyembelih ustad Sofyan yang dibantu lima penjagal hewan kurban bertindak cepat dan menumbangkan sapi tersebut.
Ketua Panitia Korban Imam mengatakan penyaluran daging kurban tahun ini mengalami peningkatan, terutama sapi kurbannya menjadi empat ekor dan lima ekor domba. Tahun sebelumnya hanya ada tiga sapi kurban. "Tahun ini kita menyalurkan 250 kupon daging kurban dari empat ekor sapi dan lima ekor domba," terang Imam.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, terang Imam, tahun ini panitia membeli sapi Bali. Selain harganya lebih miring, dagingnya juga lebih berat dan sudah dilakukan pemeriksaan. "Sapi ini sudah melalui dua kali pemeriksaan. Perama ketika akan keluar dari tempa asalnya di Bali sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan termasuk kelayakannya menjadi sapi kurban, dan kedua ketika masuk Karawang juga dilakukan pemeriksaan lagi," ucap Imam.
Sementara Ketua RT 003/003 Perum Karawang Sakinah Village, Melpi mengatakan keseluruhan daging kurban itu sebagian didistribusikan ke warga sekitar perumahaan. Selain itu, sebanyak 30 kupon diprioritaskan kepada orang-orang yang bekerja di dalam perumahaan termasuk 23 diantaranya para pembantu yang bekerja di rumah-rumah warga perumahan dan sisanya satpam perumahaan. "Kita juga mengeluarkan 5 kupon daging korban untuk petugas sampah," ucapnya.
Masih dikatakan Melpi, selain tukang sampah panitia pun mengeluarkan kupon untuk aparat RT dan RW sebanyak 3 kupon, disamping kelurahan Karawang Wetan sebanyak 10 kupon. Sedangkan untuk yang hak, jelas Melpi yakni warga yang berkurban sapi dan domba tidak termasuk yang menerima kupon, tetapi mendapatkan hak kurbannya. "Untuk warga perumahan sendiri panitia tidak mengeluarkan kupon tetapi daging kurbannya langsung diantarkan panitia dari rumah ke rumah," ucapnya. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template