Fitri Novita Sari Tewas Disambar Kereta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Fitri Novita Sari Tewas Disambar Kereta

Fitri Novita Sari Tewas Disambar Kereta

Written By Admin Raka on Selasa, 28 Agustus 2018 | 14.30.00

KOTABARU, RAKA - Nasib nahas menimpa siswi kelas 9 F MTs Al Ahliyah, Fitri Novita Sari. Ia tewas tertabrak kereta api ketika hendak pulang dari sekolah, Minggu (26/8) lalu.

Ipda Asep Nugraha, Kapolsek Kotabaru menyampaikan, pada hari Minggu (26/8) seorang siswi MTs Al ahliyah tewas tertabrak kereta api Jaya Baya 144 Cikampek-Cirebon. Kejadian terjadi pada pukul 14.30 WIB ketika korban hendak menuju rumah sepulang dari sekolah. "TKP di KM 9 arah Cikampek Cirebon Kampung Gandoang RT 01/08, Desa Pangulah Selatan Kecamatan Kotabaru," ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari saksi, kata Asep, kejadian tersebut terjadi pada saat korban pulang dari sekolah. Ketika korban hendak menyebrang jalur kereta api, tiba-tiba datang kereta api dari arah Cirebon menuju Cikampek. Setelah kereta tersebut melintas, kemudian korban menyebrang. Namun setelah korban berada di tengah jalur kereta api, ada kereta api Jaya Baya 144 yang datang dari arah Cikampek menuju Cirebon dan korban langsung terserempet. "Korban terpental sejauh 1 meter dan langsung meninggal dunia di TKP," ujarnya.

Cepi Sungkawa, Kepala Tata Usaha MTs Al Ahliyah menyampaikan, setelah mendapat kabar adanya seorang pelajar yang mengenakan seragam tertabrak, ia langsung mendatangi TKP. "Setelah dengar kabar dari supir angkot, saya langsung ke sana. Karena di hari Minggu yang memakai seragam sekolah pasti siswa dari Al Ahliyah," ungkapnya.

Setelah tiba di TKP, lanjut Cepi, ternyata benar bahwa korban adalah pelajar dari MTs Al Ahliyah. Korban bernama Fitri Novita Sari kelas 9 F beralamat di Kampung Gandoang RT 02 RW 08, Desa Pangulah Selatan. "Yang membuat kasihan itu, korban selama ini hanya tinggal bersama neneknya. Ibunya seorang TKW di Thailand," ujarnya.

Lebih jauh Cepi menyampaikan, korban kemudian dibawa ke RSUD Karawang oleh pihak kepolisian dan langsung dimakamkan di dekat rumahnya pada pukul 19.00 WIB. Kondisi tubuh korban masih utuh, tidak ada luka yang parah ataupun tulang yang patah disekujur tubuhnya. "Kondisinya masih utuh, hanya ada luka dibagian wajah karena tersungkur ke bebatuan kayaknya," kata Cepi.

Saat ditemui di rumahya, Tini (50), nenek korban mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa cucunya. Selain Fitri, beberapa tahun lalu anak kandungnya yang masih duduk di bangku SMA juga meninggal kecelakaan. Selama 3 tahun terakhir, korban tinggal bersama dirinya. "Setiap hari pulang pergi lewat situ, mungkin udah nasib ibu ditinggalin sama anak-anak," kata Tini seraya menangisi kepergian cucunya.

Untuk asuransi dari jasa raharja, lanjut Tini, sedang diurusi oleh ketua RT. Namun asuransinya sedikit terkendala karena tidak adanya ayah kandung dari Fitri. "Kata pihak Jasa Raharja harus ada ayah kandung. Tapi ayahnya jangankan untuk datang, ditelepon aja susah. Kemarin saja untuk biaya pemakaman bukan dari ayahnya. Tapi saya pinjam dari orang lain," terangnya.

Sementara itu, Heri Tiku Padang, salah seorang petugas dari Jasa Raharja Karawang mengatakan, asuransi untuk korban sedang dalam proses. Saat ini ia tengah mengumpulkan berkas persyaratan dan informasi mengenai ahli waris korban. "Kita sekarang lagi pengumpulan berkas persyaratan dan survei mengenai informasi ahli waris korban. Kalau yang memutuskan nanti dari kantor," ujarnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template