Daya Dukung Lingkungan Rendah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Daya Dukung Lingkungan Rendah

Daya Dukung Lingkungan Rendah

Written By Admin Raka on Selasa, 07 Agustus 2018 | 16.00.00

KLARI, RAKA - Rendahnya kawasan hijau memberikan indikasi sebagai penyebab menurunnya daya dukung lingkungan. Keberadaan tersebut cenderung diakibatkan oleh ulah manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan.

Hal itu diungkapkan Pemerhati Masalah Lingkungan Tarsoen Wuryono, melalui surat elektroniknya belum lama ini. Dia mencontohkan beberapa industri tampaknya belum sepenuhnya membangun kawasan hijau penyangga industrinya. Untuk itu pengawasan terhadap IPR perlu ditingkatkan, sebagai implementasi dari penerapan Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang dan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Tata Ruang Wilayah Nasional.

"Secara ideal struktur sosial dan pola budaya masyarakat harus mampu mendukung kehidupan sosial ekonomi budaya yang tertib dan damai, sehingga masyarakat dapat membangun dan melestarikannya. Hubungan keserasian antara arah pembangunan dan kelestarian lingkungan hidup kini menjadi strategis kedudukannya. Untuk itu, upaya peningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, menjadi urgen untuk membangkitkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan/atau kelompok-kelompok lainnya yang ikut peduli terhadap kenyamanan lingkungan," ucapnya.

Masih dikatakan Tarsoen, manusia dapat bertindak sebagai subyek, sebagai pengelola, pencemar maupun perusak lingkungan. Tetapi dapat pula sebagai obyek lingkungan, karena menjadi korban pencemaran (air dan udara). Oleh karena itu, telah tiba saatnya bahwa pembangunan berwawasan lingkungan kini lebih dititik beratkan sebagai basis berpinjak bagi semua pihak, dan seyogianya tertuang dalam kebijakan jangka panjang daerah Kabupaten Karawang. Maka sewajarnyalah apabila pendidikan lingkungan bagi masyarakat secara luas mulai dikampanyekan, karena melalui pendidikan lingkungan akan mampu menjawab bentuk-bentuk tantangan masalah lingkungan hidup yang dihadapi masyarakat Kabupaten Karawang.

"Tatanan pendidikan dan komunikasi untuk pengembangan lingkungan hidup, hendaknya diperhatikan untuk memacu kreatifitas dan swadaya masyarakat dalam memecahkan masalah-masalah lingkungan hidup secara mandiri," ucap Tarsoen. Selain memberi pengetahuan, mendorong kemauan dan tindakan yang ditujukan kepada anggota masyarakat sebagai perseorangan maupun kelompok menjadi urgen.

Namun demikian, harus disertai juga dengan pemberian dorongan dan motivasi agar masyarakat sebagai individu dan/atau kelompok diberi kesempatan untuk merumuskan tindakan dan mengambil tindakan bersama, sesuai dengan kondisi dan permasalahan lingkungan hidupnya. Untuk itu sangatlah penting Musrembang bagi masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi. Keinginan, kemauan dan kesediaan yang dimiliki untuk mengorganisasikan tindakan-tindakan bersama pada dasarnya merupakan modal dasar yang berharga untuk meningkatkan martabat masyarakat dalam memperoleh keserasian hidup dengan lingkungannya.

"Antara masyarakat dan alam sekitarnya terjalin hubungan timbal balik, hubungan tersebut perlu dibina dan diselaraskan, dalam rangka pelestarian lingkungan hidup," terang Tarsoen. Untuk itu, paragdima untuk menguasai lingkungan, kini harus dirubah dengan penyerasian terhadap lingkungan. Usaha pengembangan lingkungan hidup, perlu ditunjang oleh kebijakan yang tangguh dan luas, dalam arti mampu menjadi landasan dan dasar-dasar pengembangannya. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template