Data Perekaman KTP Lamban - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Data Perekaman KTP Lamban

Data Perekaman KTP Lamban

Written By Admin Raka on Kamis, 16 Agustus 2018 | 17.47.00

KLARI, RAKA - Lambannya proses pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Kabupaten Karawang membuat pemerintahan desa menjadi bulan-bulanan warga. Seperti yang terjadi di Desa Duren, banyak warga yang merasa kecewa atas hal tersebut.

Salah satu warga yang mendatangi kantor Pemerintahan Desa Duren adalah Ana Sumarna. Ia harus segera memiliki KTP elektronik untuk bisa mengambil Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). "Nganterin berkas untuk bikin KTP," kata Ana di lingkungan kantor Kades Duren, Rabu (17/8).
Pegawai Desa Duren Lili Sukarli mengakui sering mendapatkan komplain dari warga yang merasa kesulitan membuat KTP. Karena ada perbedaan yang signifikan jika dibandingkan pembuatan KTP beberapa bulan lalu. Padahal yang memiliki kewenangan soal KTP-el adalah Disdukcatpil. "Kalo sekrang, setelah direkam, datanya baru masuk sekitar satu bulan, makanya bisa dibuatkan suketnya setelah datanya masuk ke server," terang Lili.

Padahal, tambah Lili, banyak warga yang melakukan perekaman KTP untuk bisa segera mendapatkan KTP tersebut, minimal mendapat surat keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcatpil). "Mereka yang bikin pasti punya kebutuhan mendesak, kayak yang mau kerja, mau pinjam uang, mau ngambil program BPNT atau bahkan mau daftar BPJS," jelasnya.
Kasi Pengolahan data dan penyajian Data Disdukcatpi Karawang Haerachman menyampaikan, banyak keluhan mengenai pelayanan pembuatan dokumen kependudukan baik Disdukcapil maupun kecamatan. "Keluhannya hampir seragam yakni seputar masalah penunggalan nomor induk kependudukan," ucap Haerachman.

Demikianpun, Haerachman menyebutkan, terhadap persoalan itu tidak bisa ditudingkan kepada Disdukcapil maupun kecamatan. Karena untuk hal itu masalahnya justru ada di pusat. "Soal penunggalan nomor induk kependudukan masalahnya bukan di daerah melainkan di pusat, dan kita di daerah harus menunggu antrean," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, untuk masyarakat yang setelah perekaman langsung mendapatkan Suket itu merupakan keberuntungan yang baik bagi pemohon dokumen tersebut. Sebab proses penunggalan NIK di KTP-el tidak bisa diprediksi cepat maupun lambat. "Penunggalan itu kadang cepat kadang juga lama. Sebab antrean yang masuk semuanya menuju ke pusat, bukan hanya dari Karawang tetapi se Indonesia," terangnya.

Bagi pemohon Suket pengganti KTP yang bersifatnya urgen, kata Haerachman, bisa menggunakan suket yang bersifat bukan sebagai pengganti KTP, tetapi Suket yang sifatnya menerangkan jika pemohon sudah melakukan perekaman. "Suket bisa keluar setelah dilihat data yang dilakukan pemohon apakah sudah dapat penunggalan atau belum. Jika sifatnya urgen bisa dibuatkan suket manual tetapi fungsinya terbatas. Suket manual sifatnya pemberitahuan jika yang bersangkutan telah melakukan perekaman," ujarnya.(zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template