Dana Desa Rp 233 M Mengendap - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dana Desa Rp 233 M Mengendap

Dana Desa Rp 233 M Mengendap

Written By Admin Raka on Selasa, 28 Agustus 2018 | 12.15.00

KARAWANG, RAKA - Percepatan pembangunan desa melalui dana desa sudah berjalan tiga tahun. Agar penggunaannya sesuai dengan peruntukan, pemerintah menurunkan pendamping desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Dana yang bersumber dari APBN itu pun sudah dinikmati pemerintah desa untuk pembangunan fisik hingga ekonomi. Namun, bukan berarti tanpa persoalan. Hingga kini, serapan anggaran ratusan juta per desa itu masih menjadi kendala. Buktinya, dana Rp 283 miliar dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) untuk 197 desa di Kabupaten Karawang masih banyak mengendap. Karena hingga 31 Juli 2018 serapan Rekening Kas Umum Deerah (RKUD) ke rekening desa baru 30,13 persen atau Rp 50,45 miliar. Artinya, ada Rp 233 miliar belum dicairkan pihak desa. Serapan yang masih jauh dari syarat minimal 75 persen tersebut, memaksa Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menyurati Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) tanggal 8 Agustus lalu, untuk mengevaluasi penyaluran dana desa tahap II dan persiapan pencairan tahap III. Karena Kepala KPPN selaku Kuasa Pemegang Anggaran (KPA) penyaluran DAK fisik dan dana desa, sudah memintai klarifikasi kepada Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah percepatannya.

Pendamping Desa Kecamatan Telagasari Didin Sakri Chaerudin mengatakan, wajar jika BPKAD menyurati DPMD dan meneruskannya ke desa-desa agar melakukan langkah percepatan pencairan dan serapan realisasi dana desa. Pasalnya, syarat agar pencairan tahap III adalah serapan dana desa tahap II minimal 75 persen. Begitupun laporan rata-rata output sampai dengan tahap II paling sedikit 50 persen. "Kenyataannya baru terserap 30,13 persen atau Rp50,45 miliar saja," ungkapnya kepada Radar Karawang, Senin (27/8).

Sakri melanjutkan, dana desa yang belum diserap di RKUD Rp 117 miliar dan sisa pagu di RKUN Rp 116,2 miliar. Karenanya, realisasi itu dianggap belum memenuhi syarat penyaluran dana desa dari RKUN ke RKUD tahap ketiga. Meski demikian, pemerintah desa dan semua instansi terkait sedang melakukan langkah percepatan, agar duit dari APBN itu tidak lama mengendap sampai akhir Agustus-September nanti. "Alasannya mungkin pajak fisik yang belum dibayar dan SPJ belum selesai. Klasik sih. Karena di Telagasari saja ada 3 desa lagi yang tahap II saja belum cair, yaitu Cadaskertajaya, Telagamulya dan Kalijaya," sebutnya.

Pendamping Desa Kecamatan Cilamaya Wetan Syukron mengatakan, surat yang beredar dari BPKAD itu benar adanya. Kendala di lapangan adalah permasalahan perencanaan yang tahapannya tidak sesuai dengan regulasi dan adminstrasi, yang disebabkan oleh keterlambatan keluarnya payung hukum di daerah seperti peraturan bupati tentang dana desa dan pagu anggarannya. Sementara untuk tahap II kendala yang menonjol jelas karena admnstrasi SPJ yang beberapa diantaranya belum diselesaikan. Kalau sampai segudang laporan, SPJ hingga pajak belum diberesi baik tahun sebelumnya atau juga tahap sebelumnya, sesuai dengan surat edaran yang ada maka dana desa akan ditarik ke RKUN. "Ya kalau belum diberesi juga, sisa dana desa yang belum cair itu sesuai edaran ditarik lagi ke RKUN," ujarnya.

Senada dikatakan Pendamping Desa Kecamatan Tempuran Yayat Hidayatullah. Menurutnya, kendala-kendala serapan rendah dan ajuan lambat diakuinya cukup klasik, karena rata-rata spj beberapa diantaranya belum selesai akibat mentok karena pajak pembangunannya belum dibayar. "Kalau gak sampai 75 persen, ya tahap III yang mungkin ditahan mah," katanya.

Kepala DPMD Kabupaten Karawang Ade Sudiana mengakui serapan dana desa di Karawang rendah. Itu karena usulannya selalu terlambat. Tapi pihaknya berupaya melakukan langkah percepatan agar bisa sesuai target dan standar persentase yang ditetapkan. "Usulan dari desanya selalu telat," ungkapnya.

Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karawang Alex Sukardi belum menanggapi fenomena ini. Saat dikirimi pertanyaan lewat layanan pesan singkat, hingga berita ini ditulis belum membalasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template