Camat Diminta Pantau Kesehatan Warga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Camat Diminta Pantau Kesehatan Warga

Camat Diminta Pantau Kesehatan Warga

Written By Admin Raka on Sabtu, 25 Agustus 2018 | 16.30.00

KARAWANG, RAKA - Camat dan kepala desa diminta memantau wilayahnya yang mengalami krisis air bersih. Selain upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan penyuluhan kepada masyarakat terdampak bencana kekeringan.

Kepala Dinas Kesehatan dr Yuska Yasin menyampaikan itu kepada Radar Karawang, Jumat (24/8). "Kita rutin setiap kali ada kekeringan mengintruksikan kepada petugas kesehatan di wilayah, termasuk pemerintah desa dan kecamatan supaya peka terhadap persoalan itu," ungkap Yuska.
Yuska mengatakan penyuluhan kesehatan yang diberikan terutama mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dilingkungan masyarakat, untuk menghindari terjangkitnya penyakit kulit, tipes dan diaere. "Kurangnya air itu dampaknya sudah pasti ada, salah satunya kekurangan air bersih dan bisa jadi air yang dipakai itu tidak sehat," katanya.

Oleh sebab itu lanjut Yuska, pihaknya terus melakukan koordinasi di wilayah yang saat ini dilanda kekeringan untuk bisa menjaga kesehatannya. Jika terjadi kesakitan, Yuska mengingatkan agar masyarakat segera memeriksakan diri kepada petugas kesehatan. "Kita mengambil tindakan dengan melakukan penyuluhan dan juga mengintensifkan puskesmas keliling (pusling), untuk mengunjungi daerah-daerah terdampak krisis air bersih," ujarnya.

Yuska juga menambahkan penyuluhan yang diberikan dilakukan secara lintas sektoral, terutama saat minggon. Karena dengan cara begitu, sebut Yusca, peluang mewabahnya penyakit bisa ditekan. "Hal penting adalah camat dan kades supaya aktif mengawasi kondisi kesehatan warganya di wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan," ucap Yuska.

Diberitakan sebelumnya, dua wilayah paling parah dilanda kekeringan Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan. Bahkan warga disana sejak dua bulan terakhir kalang kabut mencari sumber air bersih untuk bisa dikonsumsi.

Di wilayah Tegalwaru, misalnya, ada sekitar 17 kampung dari 5 desa yang dilanda bencana kekeringan selama kemarau terparah tiga bulan terakhir. Dari belasan kampung terdampak kekeringan yang terparah addalah Kampung Pasir Camay. Bahkan untuk mendapatkan air layak konsumsi mereka harus keluar desa untuk mencari sumber-sumber air yang masih bersih. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template