Calon Haji Klari Wafat di Madinah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Calon Haji Klari Wafat di Madinah

Calon Haji Klari Wafat di Madinah

Written By Admin Raka on Rabu, 01 Agustus 2018 | 12.00.00

Kabar duka datang dari Tanah Suci. Calon haji asal Klari, Ame Omon Jasan (55) warga Dusun Karangjati RT 14/05, Desa Sumurkondang, dikabarkan meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang diterima Radar Karawang, Ame yang tergabung dalam Kloter JKS 31, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Al Anshar, Madinah, pada pukul 00.02 waktu setempat, Senin (30/7). Tim kesehatan haji mencatat, hingga hari ke 14 penyelenggaraan haji, ada 18 jamah meninggal dunia di Arab Saudi. 1 orang meninggal di bandara, 15 di Madinah, dan 2 orang di Makkah. Mayoritas penyebab meninggal dipicu oleh penyakit jantung (11 orang). Lokasi wafat terbanyak di pondokan sebanyak 7 orang, dan 1 ketika tiba di bandara. "Mayoritas karena serangan jantung dan penyakit lain yang diderita sejak di Tanah Air," ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Dr Eka Jusuf Singka di Madinah.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan mempersiapkan tenaga musiman (temus) untuk membadalhajikan para jamaah haji yang meninggal sebelum wukuf Arafah (Armina, Mina dan Muzdalifah). Konsultan Pembimbing Ibadah Haji Daker Madinah Ahmad Kartono mengatakan, pembadalan akan dilakukan petugas yang ditunjuk oleh pemerintah dan biasanya oleh temus. Adapun tahapannya, jamaah haji yang meninggal akan didata identitasnya terlebih dahulu secara lengkap. Lalu, PPIH Arab Saudi menunjuk beberapa orang, biasanya dari temus, untuk membadalhajikan jamaah yang meninggal itu. Temus yang direkrut biasanya diambilkan dari para petugas haji. Dengan begitu, identitas mereka sudah jelas dan tercatat. Satu temus akan mengerjakan haji untuk satu jamaah yang meninggal. "Jadi tidak boleh dobel. Temusnya juga harus sudah pernah berhaji," terangnya.

Setelah selesai, PPIH akan menerbitkan sertifikat badal haji dan diserahkan kepada ahli waris. "Tidak ada biayanya, ditanggung negara," katanya.

Sementara untuk jamaah haji yang ingin membadalhajikan keluarganya, menurut Kartono, di luar kewenangan pemerintah. Namun, dia berpesan agar berhati-hati memilih orang yang akan diserahi tugas badal haji. "Harus cari orang yang amanah, sudah pernah berhaji, dan paham aturan badal haji," katanya. (jp/gm/bs/psn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template