BUMDes Wancimekar Belum Dirasakan Warga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » BUMDes Wancimekar Belum Dirasakan Warga

BUMDes Wancimekar Belum Dirasakan Warga

Written By Admin Raka on Jumat, 24 Agustus 2018 | 15.15.00

KOTABARU, RAKA - Beberapa warga RT02 RW02 sering mempertanyakan mengenai keberadaan Badan Usaha milik Desa (BUMDes) Wancimekar. Pasalnya, BUMDes yang seharusnya mampu memberikan manfaat dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat itu, dinilai tidak ada kejelasan.

Seperti yang disampaikan oleh Nur Alim, salah seorang anggota paguyuban masyarakat cariu bandung (PGMCB), ia menilai bahwa BUMDes Wancimekar tidak dikelola sebagaimana yang diamanahkan dalam Permendesa No 4 tahun 2015 tentang pendirian, pengurusan, pengelolaan dan pembubaran BUMDes. Dalam peraturan tersebut dijelaskan, bahwa salah satu tujuan didirikannya BUMDes ialah untuk meningkatkan perekonomian desa dan meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa. "Intinya, adanya BUMDes itu untuk membantu para pelaku ekonomi di desa tersebut," kata Nur Alim kepada Radar Karawang.

Menurutnya, upaya yang bisa dilakukan oleh BUMDes untuk membantu meningkatkan perekonomian di Desa Wancimekar ialah dengan memberikan bantuan berupa pinjaman modal kepada para pelaku ekonomi. "Salah satu caranya kan bisa dengan memberikan pinjaman. Kan bisa BUMDes juga dijadikan menjadi usaha simpan pinjam," tambahnya.

Warga lain yang meminta namanya dirahasiakan mengaku, sebagai salah seorang pelaku usaha kecil di bidang pembuatan topi, ia merasa tidak pernah terbantu oleh adanya BUMDes di Wancimekar. "Dari pertama adanya BUMDes, saya tidak pernah mendapat bantuan pinjaman atau dukungan apapun. Dulu katanya sempat dibagikan ke pedagang kecil masing-masing Rp1 juta tapi setelah itu tidak ada lagi," ujarnya.

Ia juga mengatakan, jangan sampai uang dari BUMDes dijadikan sumber modal untuk usaha pribadi. "Coba dong tanyakan, jangan sampai dibelanjakan bahan pas ada pemeriksaan doang," sindirnya.
Sementara, Winta Direktur BUMDes Wancimekar menyampaikan, saat ini BUMDes Wancimekar bergerak di bidang produksi topi. Anggaran dari desa pada tahun 2017 sebesar Rp130 juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli 14 mesin jahit. "Rp130 juta itu dipotong BUMDes bersama (tingkat kecamatan) Rp10 juta, PPH Rp14 juta, dan sisanya dibelikan mesin jahit sebanyak 14 mesin," kata Winta.

Menjawab keluhan masyarakat mengenai bantuan dana simpan pinjam, ia menjelaskan, bahwa simpan pinjam memang tidak lagi dilakukan di BUMDes Wancimekar. Hal itu disebabkan karena banyak warga yang meminjam tidak mau mengembalikan uang yang telah dipinjamnya. "Pertamanya emang simpan pinjam. Saya buat 6 kelompok dan masing-masing kelompok 6 orang. Tapi ada 3 kelompok yang nggak bayar. Makanya dialihkan ke usaha pembuatan topi," paparnya.

Ia mewajarkan, jika saat ini banyak warga yang mengeluhkan, namun ia juga tidak bisa memaksakan bahwa BUMDes harus di bidang simpan pinjam. Karena dicontohkan oleh masyarakatnya sendiri yang tidak mau membayar. "Masyarakatnya sendiri yang susah bayar, mereka menganggapnya bahwa itu dana hibah," punkasnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template