Batal Kembalikan Medali, Atlet Difabel Diminta Setor Bonus 25 Persen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Batal Kembalikan Medali, Atlet Difabel Diminta Setor Bonus 25 Persen

Batal Kembalikan Medali, Atlet Difabel Diminta Setor Bonus 25 Persen

Written By Admin Raka on Rabu, 08 Agustus 2018 | 11.00.00

PURWAKARTA, RAKA - Aksi jalan kaki enam atlet Paralimpic dari Bandung menuju Jakarta, berhenti di Purwakarta setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga turun tangan.
Mereka yang sedianya menuju Istana Negara untuk mengembalikan medali akhirnya kembali ke Bandung setelah malam sebelumnya ditemui Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Broto di Purwakarta.

Para atlet peraih medali emas pada Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) XV di Jabar 2016 ini sepakat untuk menghentikan aksinya karena tuntutan mereka sudah terakomodir dalam kesepakatan yang dicapai pada pertemuan dengan Gatot Dewa Broto.

Dalam pertemuan yang berlangsung mulai Senin malam hingga Selasa (7/8) dini hari tersebut, dicapai kesepakatan yang dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Gatot Dewa Broto dan perwakilan para atlet.

Setidaknya ada 15 poin kesepakatan. Antara lain, Kemenpora akan memperjuangkan secara maksimal lewat Asian Paralympic Committee (APC) agar para atlet ini mendapatkan haknya untuk berlaga di Asean Paragames 2018.

Selain itu, Kemenpora akan mengirimkan tim auditor untuk melakukan verifikasi terhadap dugaan terjadinya pungutan liar yang diduga dilakukan oleh NPCI.

"Saya merespon positif dicapainya kesepakatan. Yang kami harapkan apa yang tertuang dalam pernyataan itu bisa segera direalisasikan," kata Farid Surdin, atlet tolak peluru asal kota Cirebon.
Para atlet ini memulai long march pada Sabtu (4/8) pagi dengan start di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gede Bage Bandung. Sedianya mereka akan berjalan kaki menuju stasion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta serta ke Istana Kepresidenan untuk mengembalikan medali emas, serta uang yang mereka terima kepada Presiden Joko Widodo.

Kata Farid, semua itu dilakukan sebagai bentuk protes, karena selama ini mereka dihambat untuk mengembangkan prestasinya oleh NPCI.

Selama ini, mereka tidak diikutkan dalam even nasional dan internasional, seperti Paralympic 2017 di Malaysia dan Asian Paralympic di Indonesia. Karena mereka menolak menyetorkan 25 persen dari nilai bonus yang mereka terima ketika merebut medali emas pada Peparnas XV 2016.
Menurut mereka, setoran ini bertentangan dengan Undang-undang No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Presiden No 95 Tahun 2017 terkait Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional, Pungli, dan Prestasi Atlet.

Terkait pengebirian karir mereka, para atlet sudah menggugat NPCI dan NPC Jabar ke Pengadilan Kelas 1 Bandung. Hingga saat ini, perkara tersebut sudah disidangkan 7 kali.

Kemenpora juga berkomitmen membantu kelancaran proses penanganan perkara para atlet ini di Pengadilan Kelas 1 Bandung. Pengacara para atlet, Kamaludin mengatakan, surat pernyataan tersebut akan dijadikan alat bukti dalam persidangan perkara gugatan para atlet ini. "Kemenpora dan kami sepaham NPCI dapat di duga telah melakukan tindak pidana seperti dimaksud pasal 142-144 UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas," tandasnya.

Sementara itu, Gatot Dewa Broto mengaku sangat prihatin dengan kondisi para atlet. Ia sampai tak kuasa menahan tangis saat bertemu para atlet di Purwakarta kemarin malam.
Dikatakannya, pihak kemenpora memfasilitasi kendaraan bus dengan branding Asian Games 2018 untuk mengangkut para atlet kembali ke Bandung. (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template