Banyak Perumahan Belum Serahkan Fasos Fasum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak Perumahan Belum Serahkan Fasos Fasum

Banyak Perumahan Belum Serahkan Fasos Fasum

Written By Admin Raka on Kamis, 30 Agustus 2018 | 15.45.00

CIKAMPEK, RAKA - Banyaknya pembangunan perumahan berbanding lurus dengan bertambahnya penduduk di Desa Cikampek Barat. Saat ini jumlah penduduk di desa tersebut mencapai 19.549 jiwa. Namun, banyaknya pembangunan perumahan di desa tersebut ternyata tidak disertai dengan penyerahan fasum dan fasos kepada pemerintah daerah kepada pihak pengembang. Sehingga dampaknya, banyak perumahan yang terbengkalai dalam hal pembangunan fasos-fasum terutama jalan.

Sekretaris Desa Cikampek Barat, Bambang Prayitno, menyampaikan, di wilayah Desa Cikampek Barat banyak perumahan yang dibangun. Diantaranya yaitu, Perumahan BIP, Halim, Pondok Cikampek, Taman Ciselang, Pondok Palem, Taman Senopati dan beberapa perumahan lain yang ada. Namun dari banyaknya perumahan tersebut, ada beberapa perumahan yang belum memberikan fasum dan fasos kepada pemerintah daerah. "Kalau fasum fasos kebanyakan belum. Tapi nanti saya data lagi. Kalau untuk tanah pemakaman biasanya ada tapi kadang tidak di perumahannya," kata Bambang kepada Radar Karawang, Rabu (29/8).

Kalau untuk perizinan dari desa, lanjut Bambang, semua pembangunan perumahan atas izin pemerintahan desa. "Kalau untuk izin semuanya atas izin desa. Cuma memang fasum fasosnya kebanyakan nggak dikasih ke pemerintah daerah. Oleh karenanya pembangunan seperti jalan juga tidak bisa dibiayai oleh anggaran desa," ujarnya.

Sementara itu, Reza, salah seorang warga Perumahan Pondok Palem menyampaikan, di perumahan itu tidak ada kejelasan soal fasum dan fasos, bahkan ia juga tidak tahu apakah sudah diberikan ke pemda atau belum fasos fasum perumahan tempatnya tinggal. "Gak jelas, untuk sementara hanya ada lahannya saja. Itupun kami belum tau site plantnya ukuran berapa x berapa (untuk bangun tempat ibadah)," ungkapnya.

Untuk pembangunan masjid, kata Reza, itu dirasa tidak memungkinkan. Ia dan warga hanya bisa berencana untuk membuat musala sebagai tempat peribadahan bersama. "Kalau untuk masjid kayaknya nggak mungkin. Kalau musala Insyaa Allah ada itu pun nantinya iuran dari warga dan pengajuan proposal," pungkasnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template