Bantuan Pemerintah Lamban, Warga Patungan Bangun Rumah Opah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bantuan Pemerintah Lamban, Warga Patungan Bangun Rumah Opah

Bantuan Pemerintah Lamban, Warga Patungan Bangun Rumah Opah

Written By Admin Raka on Selasa, 28 Agustus 2018 | 14.00.00

KOTABARU, RAKA - Sikaop gotong royong yang menjadi warisan leluhur bangsa Indonesia ternyata masih bisa dilihat dengan jelas di lingkungan RT 02 RW 01 Desa Wacimekar, Kecamatan Kotabaru. Pasalnya mereka rela menyumbangkan uangnya untuk merehab rumah milik Ibu Opah yang merupakan salah seorang warga miskin di kampung tersebut.

Endang Sain, Ketua RT 02 menyampaikan, hal itu dilakukan mengingat kondisi rumah Opah yang sudah sangat tidak layak untuk ditempati. Kondisi atap yang sudah habis dimakan rayap, bilik rumah yang dipenuhi dengan tambalan dari karung serta tiang-tiang penyangganya juga sudah rapuh. Membuat warga merasa khawatir jika rumah tersebut roboh dan menimpa pemiliknya. "Saya khawatir rumahnya keburu roboh terus menimpa Ibu Opah," kata Endang kepada Radar Karawang, Senin (27/8).

Menurutnya, pengajuan bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sudah dilakukan. Namun, sampai rumah Opah dibongkar kemarin, bantuan dari pemerintah belum kunjung didapatkan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk sama-sama memberikan bantuan kepada Opah. "Saya mah bukan nggak percaya sama pemerintah, tapi takut keburu roboh makanya inisiatif ngajak warga di sini untuk patungan. Kalau pemerintah mah percaya uangnya banyak," ujarnya.

Untuk membangunkan rumah Opah, semua warga yang ada dilingkunganya ia pintai bantuan. "Saya membicarakan dengan warga, Alhamdulillah warga di sini tidak ada yang keberatan. Jadi kita patungan, ada yang ngasih Rp10 ribu, ada yang Rp50 ribu, beda beda sih," kata Endang.

Uang yang terkumpul dari hasil patungan warga, lanjut Endang, sebesar Rp4 juta dan langsung dibelanjakan ke bahan bangunan. Setelah itu, pada hari Kamis kemarin ia langsung memulai pelaksanaan pembongkaran rumah Opah. "Mudah-mudahan hari ini selesai soalnya kalau nggak selesai besok mah gak ada buat bayar tukangnya. Sekarang aja masih punya hutang sama matrial Rp600.000," ujarnya.

Lebih jauh ia menyampaikan, di lingkungan RT 02 RW 01 masih banyak warganya yang miskin dan memiliki rumah tidak layak huni. Namun yang kondisinya paling parah yaitu rumah Opah yang saat ini sedang diperbaiki. "Sekarang juga masih ada 4 orang lagi yang rumahnya sudah tidak layak huni. Katanya nanti 2019 bakal ada bantuan uantuk 3 rumah," pungkasnya.

Wangsih, adik Opah yang rumahnya tidak jauh dari Opah mengaku sangat tidak tega melihat kondisi kakaknya yang hanya tinggal seorang diri di rumah yang tidak layak huni. "Kasian, udah mah sendiri, rumahnya tidak layak huni. Pas dibongkar juga cuma didorong doang langsung roboh," katanya.
Sementara itu, Opah yang hanya berpenghasilan Rp38.000 dalam 2 hari dari hasil menganyam kesed, mengaku senang karena masyarakat beserta ketua RT telah membantu membuatkan rumah untuknya. "Alhamdulillah senang karena bisa punya tempat yang bagus. Sangat berterima kasih kepada semua warga di sini terutama pak RT," ungkapnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template